KabarMakassar.com — Pertamina menyebut antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Makassar mulai menunjukkan perbaikan.
Pertamina menyebut antrean kendaraan kini tidak lagi meluber ke jalan dan optimistis kondisi segera kembali normal.
Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina, Eko Ricky Susanto, mengatakan hingga Minggu siang terdapat 15 SPBU yang antreannya mulai landai.
“Alhamdulillah hari ini kami laporkan sampai hari siang tadi ada 15 SPBU sudah landai. Jadi antreannya tidak sampai ke jalan lagi, hanya di dalam dan itu kita anggap sudah cukup normal,” kata Eko, Minggu (13/09).
Menurut Eko, Pertamina telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai antrean BBM di Makassar. Salah satunya dengan membuka buffer zone selama 24 jam serta mengoptimalkan sekitar 12 SPBU yang melayani Pertalite secara penuh.
Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan kebijakan ganjil-genap yang diberlakukan pemerintah untuk mengatur arus kendaraan menuju SPBU.
Eko menyebut perkembangan di lapangan mulai menunjukkan hasil. Bahkan, ia berharap kondisi antrean segera kondusif dalam beberapa hari ke depan.
“Mudah-mudahan dalam satu dua hari ke depan kondisi sudah kondusif dan normal kembali. Secara stok aman,” ujarnya.
Untuk menjaga pasokan, Pertamina memastikan distribusi BBM terus berjalan. Kapal pengangkut BBM tetap masuk ke Makassar, sementara mobil tangki beroperasi selama 24 jam untuk mendistribusikan BBM ke SPBU.
Eko juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok BBM dipastikan aman.
“Tidak perlu khawatir, secara stok kita jaga. Yang paling penting digunakan saja sesuai kebutuhan,” katanya.
Ia menambahkan, antrean yang sebelumnya bisa berlangsung hingga tiga atau empat jam kini mulai jauh lebih singkat. Berdasarkan pantauan Pertamina, sejumlah konsumen bahkan sudah dapat mengisi BBM dalam waktu kurang dari 10 menit.
“Rata-rata mungkin di bawah 10 menit juga sudah bisa mengisi,” ujar Eko.
Pertamina menargetkan kondisi antrean tidak lagi berkepanjangan dan kembali normal dalam waktu dekat seiring optimalisasi distribusi serta kebijakan pengaturan kendaraan di Makassar.













