kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

TPA Makassar Bisa jadi Model Pengelolaan Sampah Modern di Indonesia

TPA Makassar Bisa jadi Model Pengelolaan Sampah Modern di Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KBPLH), Moh. Jumhur Hidayat menilai saat Meninjau TPA Tamangapa di Kota Makassar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KBPLH), Moh. Jumhur Hidayat menilai transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, layak menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam penanganan sampah dan pembenahan TPA.

Hal tersebut disampaikan Jumhur usai menyelesaikan peninjauan langsung progres pembenahan TPA Tamangapa ke Sanitary Landfill bersama jajaran KLH/BPLH. Kunjungannya ke TPA didampingi langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Rabu (5/8).

Dalam peninjauan tersebut, Jumhur melihat langsung progres penutupan timbunan sampah open dumping yang sebelumnya mencapai ketinggian sekitar tujuh meter.

Penanganan dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui pengurukan menggunakan tanah untuk menutup gunung sampah di TPA (cover soil), bioplastik juga digunakan pada sejumlah area. Progres penutupan timbunan sampah tersebut kini telah mencapai sekitar 93 persen.

Selain itu, Jumhur dan rombongan juga meninjau area tiang pancang yang dipersiapkan untuk pembangunan akses jalan masuk ke area TPA, rumah warga yang telah memanfaatkan gas metan dari timbunan sampah, serta kolam lindi.

Jumhur menngatakan langkah pembenahan yang dilakukan Pemkot Makassar telah menunjukkan hasil yang signifikan. Terutama dalam mengurangi dampak bau dari timbunan sampah yang sebelumnya dirasakan masyarakat.

“Ada sanitary landfill, ada juga controlled landfill ya. Ditutup sama bioplastik atau biomembran, tapi ada juga yang diuruk sama tanah. Yang jelas baunya dari sampahnya sendiri itu sudah hilang lah ya,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi langsung kepada Wali Kota Makassar atas upaya yang telah dilakukan. Menurutnya progress pembenahan TPA Tamangapa termasuk cepat mengingat rentang waktu diturunkannya surat teguran sanksi administratif karena tata kelola TPA Kota Makassar yang selama ini belum optimal.

“Jadi, permintaan kita dari KLH kepada Pemerintah Kota Makassar sudah dilakukan dengan baik. Kira-kira sudah mencapai lebih dari 90%. Harapan yang kita inginkan gitu dan sekarang tinggal sedikit lagi.”

Jumhur menyebut progress cepat pembenahan TPA Tamangapa dapat menjadi gambaran bahwa persoalan TPA dapat ditangani ketika pihak pemerintah memiliki komitmen dan kemauan untuk melakukan perbaikan secara bertahap.

“Ini satu contoh yang baik bagi kota-kota lain. Kalau punya niat memang ternyata bisa, gitu ya.” pungkasnya.

Secara keseluruhan, progres pembenahan TPA Tamangapa dinilai telah memenuhi sebagian besar target yang diharapkan Kementerian Lingkungan Hidup. Meski demikian, menurut Jumhur masih terdapat sejumlah bagian yang perlu disempurnakan, khususnya dalam pengelolaan air lindi.

Ia menekankan pentingnya sistem blocking lindi untuk memastikan air lindi tidak menyebar ketika terjadi hujan, melainkan langsung masuk ke sistem pengelolaan yang telah disiapkan.

“Pertama, dilakukan kasemacam blocking untuk kalau ada hujan, air lindinya itu enggak menyebar tapi langsung masuk ke yang sudah dipersiapkan itu.”

Selain pembenahan timbunan sampah, Jumhur juga mengapresiasi pemanfaatan gas metan yang telah disalurkan ke sejumlah rumah warga di sekitar TPA.

“Nah, juga sudah ada gas metan yang bisa dimanfaatkan. Tadi kelihatan di beberapa tempat sudah disalurkan ke perumahan, dan itu ya alhamdulillah bisa mengurangi beban masyarakat juga kalau bisa menggunakan,” jelasnya.

Lebih jauh Jumhur menuturkan, penyempurnaan TPA Tamangapa diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan sampah saat ini. Tetapi juga membuka potensi lahirnya kawasan yang dapat memiliki fungsi baru setelah proses pengelolaan dan stabilisasi timbunan selesai.

“Bahkan dalam beberapa tahun ke depan, nanti dia mengendap ke bawah, ke bawah, ke bawah, ini bisa jadi apapun. Bisa jadi hutan, taman, bahkan di beberapa tempat jadi lapangan golf,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Pemkot Makassar akan terus menyempurnakan pembenahan TPA Tamangapa dengan mengikuti arahan dan pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Tentu kita terus akan menyempurnakan apa hal yang sudah kita lakukan di bawah bimbingan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan seluruh proses yang ada di TPA ini berjalan sesuai dengan aturan dan tidak ada lagi sebuah kegiatan yang bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan seperti yang terjadi saat ini,” katanya.

Munafri juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan proses pembenahan TPA dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan sistem pengelolaan yang lebih baik.

“Maka dari itu, kami sangat berharap kerja sama semua pihak untuk bisa membuat TPA ini bisa lebih baik dan bisa berjalan lebih sempurna lagi ke depannya,” tambahnya.

Loading

error: Content is protected !!