KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas alumni dan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Ikatan Alumni (IKA) SMP Islam Athirah Kajaolalido Makassar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/9.
Menurut Appi, organisasi alumni tidak seharusnya hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat perhatian terhadap dunia pendidikan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.
“Ini sangat penting, hadinya organisasi IKA di sekolah, apalagi para alumnus sebagian sudah sukses, sebagai jembatan bagaimana perhatian kita, khususnya ke dunia pendidikan, bisa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Appi.
Orang nomor satu Kota Makasar itu menilai, keberadaan forum alumni memiliki posisi strategis karena alumni memiliki jejaring luas yang dapat disinergikan dengan program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Appi juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Sekolah Islam Athirah. Ia mengenang Athirah sebagai salah satu sekolah swasta yang sejak dahulu menjadi impian banyak anak di Makassar.
“Zaman dulu, Athirah ini selalu menjadi impian kita untuk bisa sekolah di sekolah swasta yang sangat berbeda,” ujarnya.
Dihadapan para alumni, Munafri juga mengapresiasi perjalanan Athirah yang telah membangun ekosistem pendidikan selama 42 tahun.
Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi dari kualitas alumni dan kontribusinya di tengah masyarakat.
Dia menilai, banyaknya alumni Athirah yang berkiprah di berbagai bidang menjadi salah satu bukti bahwa proses pendidikan yang dibangun telah menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.
“Ini menandakan bahwa di dalam dunia pendidikan Athirah ini punya kualitas yang mumpuni,” ujarnya.
Appi juga menyebutkan pendekatan pendidikan Athirah yang menurutnya tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun nilai keimanan dan akhlak.
Ia menilai perpaduan antara ilmu pengetahuan dan nilai agama penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati dan karakter.
“Anak-anak yang lahir, para alumni yang lahir, tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga punya empati dan punya iman yang baik untuk menyatukan ilmu dan agama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, mantan CEO PSM itu memaparkan tantangan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Menurutnya, kapasitas sekolah negeri di Makassar belum sepenuhnya mampu menampung seluruh peserta didik setiap tahun ajaran.
Ia menyebut terdapat sekitar 380 SD negeri dan 52 SMP negeri di Kota Makassar. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu membangun kemitraan dengan sekolah swasta.
“Karena kapasitas sekolah negeri ini tidak bisa mencukupi kuota yang ada di setiap tahun ajarannya, maka kami bekerja sama dengan 58 sekolah-sekolah swasta,” jelasnya.
Melalui skema tersebut, Pemkot Makassar mengalokasikan pembiayaan dari APBD untuk anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap memperoleh kesempatan bersekolah di sekolah swasta.
Bagi Appi, pola tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dan sekolah swasta dapat membangun sinergi untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan.
Dia juga mendorong sekolah-sekolah swasta, termasuk Athirah, memberikan ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Appi menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan pengurus Athirah agar memberikan kesempatan kepada anak-anak dari kelompok desil satu dan dua untuk belajar di sekolah tersebut, sembari menunggu penyelesaian program Sekolah Rakyat.
“Saya minta di beberapa sekolah minimal ada tiga, empat orang anak-anak yang kita ambil dari desil satu, dua, untuk masuk di sekolah itu,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun keterhubungan antara anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Ia bahkan berharap para alumni dapat mengambil peran lebih jauh sebagai bapak angkat bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Mudah-mudahan di antara kita bisa menjadi bapak angkat dari anak-anak yang butuh pendidikan,” harapnya.
Menurut Appi, kualitas pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan manusia di Kota Makassar.
Ia menyebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Makassar tidak terlepas dari kontribusi berbagai lembaga pendidikan yang terus melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
Karena itu, ia berharap IKA SMP Islam Athirah Kajaolalido tidak berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar.
“Peran alumni sangat penting untuk menjadi jembatan bagaimana anak-anak ini bisa masuk ke dunia kerja atau ke dunia usaha,” imbuh politisi Golkar itu.
Appi berharap pelantikan kepengurusan IKA tersebut semakin memperkuat hubungan antara alumni, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
“Dengan pelantikan ini akan menguatkan bagaimana proses pendidikan yang ada di Sekolah Perguruan Islam Athirah, khususnya yang ada di Kajaolalido, untuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan yang ada di Kota Makassar,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua IKA SMP Islam Athirah Kajaolalido Makassar yang juga anggota DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman.













