KabarMakassar.com — Presiden Prabowo Subianto menyinggung pakar saat menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, saat menghadiri HUT PAN ke-28, pada Sabtu (19/09).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika menegaskan sumpahnya untuk membela bangsa dan negara serta memastikan rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera.
“Terserah pakar-pakar. Pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pinter-nya, saking pintar-nya jadi goblok,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo kemudian menjelaskan bahwa cita-cita untuk melihat Indonesia sejahtera telah menjadi tekadnya sejak masih muda. Ia mengatakan telah siap mengabdikan diri untuk negara sejak berusia 18 tahun.
“Saya siap waktu itu, delapan belas tahun, saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pengabdian tersebut ditujukan untuk melihat Indonesia menjadi negara yang terhormat dengan rakyat yang hidup sejahtera.
Ia mengatakan kesejahteraan yang dimaksud bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia. Tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit,” tutur Prabowo.
Prabowo juga menyoroti kondisi anak-anak Indonesia. Ia menegaskan tidak ingin ada anak yang berangkat sekolah dalam keadaan lapar maupun mengalami kekurangan gizi.
“Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan. Tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi,” katanya.
Ia menilai kekurangan gizi dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan anak sehingga berpengaruh terhadap daya saing mereka.
“Sehingga tulangnya lemah, otot yang lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu,” ucapnya.
Prabowo kemudian kembali menegaskan bahwa mewujudkan Indonesia sejahtera merupakan sumpah yang ingin diwujudkannya.
“Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya,” tegas Ketum Gerindra itu.













