KabarMakassar.com — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga April 2026 mencapai Rp112 miliar atau 32,33 persen dari target Rp347 miliar.
Artinya, pemerintah daerah masih harus mengejar sekitar Rp234,9 miliar untuk memenuhi target tahun ini.
Capaian tersebut dipaparkan dalam rapat evaluasi PAD di Ruang Marusu, Selasa (12/5).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, mengatakan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru mencapai Rp4,3 miliar dari target Rp41 miliar.
Kecamatan Camba mencatat capaian tertinggi sebesar 23,90 persen, sedangkan Kecamatan Mandai menjadi yang terendah.
“Realisasi PBB di Mandai baru mencapai 1,59 persen atau Rp334 juta dari target sekitar Rp21 miliar,” kata Ferdiansyah, Selasa (12/5).
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, meminta seluruh kecamatan mengoptimalkan potensi penerimaan pajak.
Menurutnya, masih ada wilayah dengan capaian yang sangat rendah sehingga perlu segera dievaluasi.
“Masih ada kecamatan dengan capaian sangat minim, tolong dicek,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menjadi OPD dengan realisasi PAD tertinggi, yakni 69 persen atau Rp883 juta dari target Rp1,2 miliar.
Sebaliknya, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menjadi OPD dengan capaian terendah, yakni 19,12 persen atau Rp831 juta dari target Rp4,3 miliar.
Ferdiansyah menambahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga mengusulkan penyesuaian target pendapatan dari sewa Barang Milik Daerah (BMD).
“Tadi juga pertanian minta diturunkan target sewa BMD karena alatnya selalu rusak dan tidak ada biaya operasional,” tuturnya.













