kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Makassar Siapkan Insentif untuk Pelapor Trotoar Rusak Lewat Lontara+

Makassar Siapkan Insentif untuk Pelapor Trotoar Rusak Lewat Lontara+
Kantor Balaikota Makassar, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan skema insentif bagi warga yang aktif melaporkan kerusakan fasilitas publik melalui aplikasi Lontara Plus.

Laporan trotoar rusak, jalan berlubang, hingga fasilitas umum yang tidak berfungsi akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan berbagai hadiah.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari program Makassar Virtual Run yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Program ini menggabungkan aktivitas olahraga dengan partisipasi masyarakat dalam pengawasan kondisi kota.

Tim Ahli Percepatan Digitalisasi Pemkot Makassar, Andi Gita Namira Patigana, mengungkapkan bahwa poin terbesar dalam program tersebut justru berasal dari aduan masyarakat, bukan dari aktivitas olahraga yang dilakukan peserta.

“Selain lari mengumpulkan poin, poin yang paling besar justru berasal dari aduan. Kalau masyarakat menemukan trotoar rusak atau jalan yang bermasalah saat beraktivitas, bisa langsung difoto dan dilaporkan melalui Lontara Plus,” kata Gita, Rabu (3/6).

Menurutnya, program ini dirancang untuk mengubah pola partisipasi masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Warga didorong menggunakan kanal resmi pemerintah agar setiap laporan dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara terukur.

“Daripada hanya mengeluh di Instagram atau media sosial lainnya, lebih baik langsung diadukan melalui Lontara Plus. Karena masyarakat juga bisa melihat progres penanganannya,” ujarnya.

Melalui sistem yang terhubung dengan aplikasi Strava, seluruh aktivitas peserta akan tercatat secara otomatis. Poin diperoleh dari jarak tempuh olahraga serta jumlah laporan yang masuk ke sistem.

Pemkot Makassar juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi peserta dengan poin tertinggi, mulai dari jersey eksklusif, merchandise olahraga, hingga sepatu lari. Selain itu, poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan voucher dan promo dari UMKM, restoran, maupun kafe yang bermitra dalam program tersebut.

Gita menjelaskan, seluruh perhitungan dilakukan secara real time tanpa proses manual. Peringkat peserta ditentukan berdasarkan tingkat keaktifan berolahraga dan kontribusinya dalam melaporkan persoalan kota.

“Ini murni kompetisi berdasarkan aktivitas. Siapa yang paling aktif berlari, bersepeda, berjalan santai, dan melaporkan kondisi kota, maka dia berpeluang mendapatkan poin tertinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan budaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga kualitas lingkungan dan fasilitas publik.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas publik di sekitarnya,” tukas.

error: Content is protected !!