KabarMakasar.com — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta seluruh petugas kesehatan haji meningkatkan kesiapsiagaan menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Permintaan itu disampaikan di tengah cuaca ekstrem di kawasan suci Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 47 derajat Celsius.
Anggota Timwas Haji 2026, Saan Mustopa, mengatakan kesiapan medis harus dipastikan sejak awal pergerakan jemaah menuju Arafah. Menurutnya, tingginya jumlah jemaah lanjut usia membuat layanan kesehatan menjadi salah satu titik paling krusial pada musim haji tahun ini.
“Tim kesehatan harus bener-bener siap siaga ya, dari sisi medisnya maupun juga dari sisi obat-obatnya. Itu harus dipastikan siap siaga,” kata Saan saat berada di Maktab 51 Arafah, Makkah, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai fase Armuzna berpotensi memicu peningkatan jemaah sakit karena aktivitas ibadah yang padat berlangsung di tengah suhu panas yang ekstrem. Kondisi itu disebut membutuhkan kesiapan petugas secara penuh selama masa puncak haji.
“Pada saat puncaknya ya kita harus sudah mulai antisipasi terkait dengan lonjakan mereka yang sakit,” ujar Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini.
Selain layanan kesehatan, Timwas juga menyoroti kesiapan fasilitas penunjang lain seperti tenda, konsumsi, dan transportasi jemaah. Menurut Saan, seluruh kebutuhan harus dipastikan berjalan optimal karena fase Armuzna merupakan inti dari rangkaian ibadah haji.
“Karena ini puncak atau inti dari ibadah haji, maka kita harus memastikan semua kebutuhan para jemaah benar-benar dipastikan siap,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Saan juga memberi perhatian khusus terhadap pelayanan bagi jemaah lansia. Ia menilai sejauh ini ada perbaikan dibanding musim haji sebelumnya, namun layanan ramah lansia harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Ini membutuhkan komitmen, keberpihakan, dan kemauan untuk terus berusaha memberi pelayanan maksimal terhadap para lansia,” ujarnya
Kondisi cuaca di kawasan Arafah dan wilayah Armuzna tahun ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah. Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, suhu di Makkah dan kawasan suci lain diperkirakan berada pada kisaran 44 hingga 47 derajat Celsius selama puncak ibadah berlangsung.
Otoritas setempat mengimbau jemaah membatasi aktivitas di luar tenda pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat untuk menghindari paparan langsung sinar matahari. Suhu tinggi dan kelembapan ekstrem dinilai dapat meningkatkan risiko dehidrasi berat hingga heatstroke.
Timwas berharap kesiapan petugas di lapangan mampu mengantisipasi risiko kesehatan yang lebih besar selama puncak ibadah haji. Dengan jumlah jemaah yang padat dan cuaca yang sangat panas, pelayanan yang cepat dan responsif dinilai menjadi faktor penting menjaga keselamatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia.















