kabarbursa.com
kabarbursa.com

180 Ribu Pengunjung Padati HUT Dekranas, Ekonomi Makassar Berputar Rp100 Miliar

180 Ribu Pengunjung Padati HUT Dekranas, Ekonomi Makassar Berputar Rp100 Miliar
Suasana Booth di HUT Dekranas di TSM Kota Makassar (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Perputaran ekonomi di Kota Makassar diperkirakan menembus lebih dari Rp100 miliar selama penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 Tahun 2026.

Dampak ekonomi itu tidak hanya berasal dari transaksi pameran kerajinan dan produk UMKM. Kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah turut mengerek aktivitas perhotelan, restoran, kuliner, transportasi, perjalanan wisata hingga pusat oleh-oleh di Kota Makassar.

Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, menyebut efek berganda dari dua agenda berskala nasional tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah sektor usaha.

“Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar,” kata Sukarniaty dalam laporannya saat penutupan Dekranas di TSM Kota Makassar, Minggu (12/07).

Menurutnya, nilai tersebut menggambarkan dampak aktivitas ribuan peserta, pendamping dan tamu selama rangkaian kegiatan berlangsung di Makassar.

Lebih dari 3.000 peserta resmi tercatat hadir. Jumlah itu belum menghitung pendamping, tamu maupun wisatawan yang datang bersamaan dengan pelaksanaan agenda HKG PKK dan Dekranas.

“Ini menunjukkan bahwa event nasional mampu menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tingkat Sulawesi Selatan berlangsung pada 8 hingga 12 Juli 2026. Sementara agenda nasional HUT Dekranas digelar pada 9 hingga 12 Juli 2026 dengan Makassar sebagai pusat kegiatan.

Lonjakan mobilitas pengunjung ikut mendongkrak tingkat hunian hotel. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, memperkirakan okupansi hotel di Makassar mencapai 85 hingga 90 persen selama event berlangsung.

Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tingkat hunian sebelumnya yang berada pada kisaran 40 hingga 45 persen. Sejumlah hotel bahkan dilaporkan dalam kondisi penuh.

“Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya lewat event HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK ke-54 di Kota Makassar. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen,” ujar Anggiat.

Ia menilai dampak kegiatan tidak terkonsentrasi pada satu atau dua hotel. Tingginya jumlah tamu membuat tingkat hunian tersebar di berbagai hotel di Makassar.

“Kami berterima kasih. Ini merupakan event yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel di Kota Makassar,” katanya.

Pergerakan ekonomi juga terlihat dari transaksi di area pameran. Hingga 11 Juli 2026, nilai transaksi seluruh stan HUT Dekranas tercatat Rp4.157.212.250.

Dari angka tersebut, peserta asal Sulawesi Selatan membukukan transaksi Rp1.012.340.400 atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi. Panitia memperkirakan nilai transaksi keseluruhan dapat mencapai sekitar Rp5 miliar hingga kegiatan ditutup.

Produk premium Sulawesi Selatan yang dipromosikan melalui agenda pendukung turut mencatat transaksi sekitar Rp150 juta. Sedangkan transaksi pameran HKG PKK ke-54 mencapai Rp551.754.000.

“Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk kerajinan dan UMKM Sulawesi Selatan memiliki daya saing yang kuat serta mampu menarik minat masyarakat dari berbagai daerah,” kata Sukarniaty.

Besarnya transaksi tersebut sejalan dengan tingginya arus pengunjung. Hingga 11 Juli, sekitar 180 ribu orang tercatat mengunjungi rangkaian kegiatan dengan rata-rata kunjungan 30 ribu hingga 40 ribu orang per hari.

Pada puncak HUT Dekranas ke-46, jumlah pengunjung bahkan diperkirakan menembus 80 ribu orang dalam sehari.

Sebanyak 203 stan dari berbagai provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia mengisi pameran. Produk yang ditawarkan mencakup wastra, tenun, fesyen, aksesori hingga beragam kriya berbasis kearifan lokal.

“Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan wastra, produk kerajinan dan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dekranasda juga mengambil bagian dalam pergerakan ekonomi tersebut. Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan Makassar memberikan dukungan penuh karena seluruh kegiatan dipusatkan di wilayah kota.

“Perayaan HUT Dekranas dan HKG PKK ini tuan rumah utamanya memang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi karena pelaksanaannya berlangsung di Kota Makassar, tentu kami memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan,” kata Melinda usai penutupan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026).

Dekranasda Makassar membawa sejumlah produk UMKM binaan ke area pameran, mulai dari kain tenun Lagosi, baju bodo, tas anyaman, perhiasan handmade hingga kerajinan khas daerah. Minyak gosok tradisional khas Makassar menjadi salah satu produk yang mencatat penjualan tinggi.

Sektor kuliner juga digerakkan melalui Festival “Satu Kota 1000 Rasa” di Lapangan Hasanuddin. Sebanyak 115 pelaku UMKM Makassar terlibat menawarkan beragam makanan dan minuman kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Melinda menegaskan dampak event harus dilanjutkan dengan pembinaan pelaku UMKM setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, promosi dalam kegiatan nasional perlu diikuti peningkatan kualitas dan perluasan pasar produk lokal.

“Kami ingin ke depan semakin banyak lagi kreativitas maupun produk-produk kreatif lokal dan pengrajin binaan dari Dekranasda Kota Makassar bisa dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

“Artinya kita harus terus menggali potensi-potensi yang dimiliki produk lokal di kota ini dan memperkuat pembinaan kepada para pelaku UMKM,” sambung Melinda.

Sukarniaty menilai capaian perputaran ekonomi lebih dari Rp100 miliar menjadi bukti kegiatan nasional dapat memberikan dampak langsung di luar arena utama pameran. Belanja peserta bergerak ke hotel, restoran, transportasi, pusat kuliner, destinasi wisata dan usaha masyarakat.

“Penyelenggaraan event nasional tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan membuka peluang usaha baru di pasar nasional maupun global,” tutup Sukarniaty.

error: Content is protected !!