KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan kesiapan anggaran awal sebesar Rp100 miliar untuk memulai pembangunan Jembatan Barombong pada tahun 2027.
Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemprov Sulsel yang digelar di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (26/05).
Alokasi anggaran tersebut disiapkan sebagai langkah awal mengakselerasi proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan selatan Kota Makassar.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pembahasan dalam pertemuan tersebut difokuskan pada mekanisme kelanjutan proyek, terutama menyangkut penguatan aspek administrasi dan legalitas agar proses redesain dapat segera berjalan.
“Audiensi hari ini pada intinya membahas mekanisme kelanjutan pembangunan Jembatan Barombong. Kami dari Dinas Bina Marga Provinsi ingin meminta penguatan akuntabilitas untuk pelaksanaan redesain,” ujar Andi Ihsan, dalam keterangannya.
Menurutnya, sebelumnya Dinas Bina Marga Sulsel telah mengusulkan skema pinjam pakai lahan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Namun, skema tersebut dinilai belum dapat dijalankan sehingga diperlukan alternatif lain yang lebih kuat secara administratif.
Dari hasil pembahasan internal, pemerintah provinsi menyiapkan dua opsi solusi. Salah satu yang mengemuka adalah penerbitan Surat Pernyataan Penguasaan atau Jaminan Menguasai (SPJM) oleh kepala daerah sebagai dasar legal untuk melanjutkan proses perencanaan teknis.
“Dari hasil rapat internal, kami memberikan dua opsi, salah satunya melalui SPJM dari kepala daerah selaku Wali Kota,” katanya.
Ia menegaskan, dokumen tersebut dibutuhkan sebagai bentuk penguatan akuntabilitas agar tahapan redesain tidak terhambat dan pembangunan fisik bisa masuk tahap realisasi sesuai target.
“Ini menjadi penguatan akuntabilitas bagi kami untuk melaksanakan redesain yang insyaallah akan kami lanjutkan pada tahun 2027,” lanjutnya.
Selain memastikan kesiapan dokumen pendukung, Pemprov Sulsel juga mengunci dukungan anggaran pada APBD tahun mendatang sebagai sinyal keseriusan melanjutkan proyek tersebut.
“Perlu saya jelaskan juga bahwa untuk tahun anggaran 2027, anggaran Dinas PU Bina Marga Sulsel sudah kami alokasikan sebesar Rp100 miliar terkait awal pembangunan jembatan,” tegas Andi Ihsan.
Jembatan Barombong sendiri diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan mampu memperlancar konektivitas Makassar dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi bottleneck lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan.















