KabarMakassar.com — Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mulai memanaskan persiapan pengawasan Pemilu 2029 jauh sebelum tahapan resmi dimulai.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola demokrasi sejak dini.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu Sulsel di Kantor Bawaslu Kabupaten Takalar, Rabu (20/05).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengawal integritas pemilu mendatang.
Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, menegaskan kualitas pemilu tidak bisa dibangun secara instan menjelang tahun politik. Menurutnya, pekerjaan besar membenahi sistem pengawasan harus dimulai dari sekarang.
“Pemilu 2029 hanya akan menjadi lebih baik dan lebih bermartabat apabila sejak hari ini kita mulai membenahi tata kelola kepemiluan secara serius, menyeluruh, dan berkelanjutan,” ujar Saiful.
Ia menilai peringatan Hari Kebangkitan Nasional relevan sebagai pengingat bahwa perubahan besar dalam demokrasi lahir dari keberanian melakukan pembenahan, bukan membiarkan sistem berjalan stagnan.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional hari ini mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan sebuah bangsa tidak pernah lahir dari keadaan yang stagnan. Sebuah negara hanya dapat bangkit apabila memiliki kesadaran untuk berubah, memperbaiki diri, dan membangun tata kelola yang lebih baik demi masa depan demokrasi yang lebih beradab,” lanjutnya.
Melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Sulsel mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pemilih saat hari pencoblosan, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam pengawasan proses demokrasi.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang sebagai upaya memperluas basis pengawasan partisipatif di daerah. Bawaslu menilai keterlibatan publik menjadi elemen penting untuk mencegah pelanggaran serta menjaga kualitas demokrasi di Sulawesi Selatan menuju Pemilu 2029.















