kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Warga Utara Makassar Curhat Air Bersih, Dewan Minta PDAM Tuntaskan Tahun Ini

Warga Utara Makassar Curhat Air Bersih, Dewan Minta PDAM Tuntaskan Tahun Ini
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, William saat Menerima Aspirasi Warga di Utara Kota (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Persoalan distribusi air bersih masih menjadi keluhan utama warga di kawasan Utara Makassar.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, William, menyoroti belum meratanya layanan air bersih di wilayah tersebut dan menagih komitmen PDAM untuk menuntaskan persoalan itu tahun ini.

Menurut William, masalah air bersih di Makassar Utara masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan, berbeda dengan wilayah timur kota yang disebutnya sudah mulai membaik.

“Makassar timur sudah hampir memadai. Sekarang wilayah utara yang masih menjadi pekerjaan rumah. Mudah-mudahan sesuai komitmen PDAM, persoalan ini bisa tuntas tahun ini,” kata William, Rabu (20/05).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai salah satu kendala utama distribusi air bersih berasal dari infrastruktur jaringan perpipaan yang sudah menua dan membutuhkan pembaruan besar-besaran.

Ia menyebut peremajaan jaringan distribusi saat ini tengah berjalan, termasuk penggantian meteran pelanggan dalam jumlah besar sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem layanan.

“Pipa-pipa yang sudah tua ini memang jadi hambatan. Sekarang proses perbaikan sementara berjalan, termasuk penggantian meteran dalam jumlah besar,” ujarnya.

Selain air bersih, William juga menerima keluhan warga terkait banjir yang kerap melanda kawasan utara. Menurutnya, sedimentasi di Sungai Tallo menjadi salah satu penyebab utama yang memperparah genangan saat hujan turun.

Ia menilai pengerukan sungai sudah menjadi kebutuhan mendesak agar daya tampung aliran air kembali optimal.

“Sungai Tallo memang sudah waktunya dibersihkan dan dikeruk sedimennya. Kalau ini dibiarkan, banjir akan terus berulang,” jelasnya.

William mengatakan persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang dan pemerintah provinsi, mengingat kewenangan penanganan berada di level tersebut.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga lingkungan, terutama melalui pengelolaan sampah rumah tangga untuk menekan penumpukan sampah yang berpotensi memperburuk banjir.

“Kesadaran memilah sampah dari rumah juga penting, supaya tidak menjadi timbunan yang akhirnya memperparah persoalan lingkungan,” tukasnya.

error: Content is protected !!