KabarMakassar.com – Kebiasaan berbelanja secara impulsif merupakan perilaku dimana seseorang membeli suatu barang atau jasa secara spontan tanpa adanya perencanaan yang matang.
Pembelian yang dilakukan tersebut bukan berdasarkan kebutuhan, akan tetapi didorong oleh emosi, misalnya karena tengah berbahagia, stres, atau sekadar dorongan sesaat.
Kebiasaan impulsif atau yang dikenal dengan impulsive buying ini acap kali terjadi saat terdapat potongan harga yang cukup menarik, promo terbatas, hingga tren yang sedang viral.
Pengeluaran impulsif dianggap mempengaruhi kondisi keuangan, karena pengeluaran tidak diatur atau direncanakan dengan bijak.
Terdapat sejumlah faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan impulsive buying, beberapa diantaranya adalah pengaruh diskon dan promo, tidak memiliki anggaran keuangan, kemudahan belanja online, pengaruh media sosial serta penggunaan paylater dan kartu kredit.
Untuk mengendalikan impulsive buying, memerlukan sikap disiplin serta sistem keuangan yang tepat. Misalnya, memakai cara dengan membagi pengeluaran menjadi, 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.
Selain membagi pengeluaran menjadi beberapa bagian, masyarakat juga dapat menerapkan aturan tunda pembelian. Dengan tunda pembelian ini, maka jeda diberlakukan mulai 24 hingga 48 jam sebelum membeli sesuatu.
Pemisahan rekening keuangan juga dapat dilakukan agar dapat mengontrol pengeluaran. Seperti rekening kebutuhan, tabungan dan juga rekening hiburan. Bisa juga melakukan pengurangan paparan terhadap promo.
Caranya bisa dilakukan dengan menonaktifkan notifikasi e-commerce, mengurangi waktu membuka aplikasi belanja juga dapat melakukan unfollow akun promo yang ada di media sosial.
Pencatatan pengeluaran harian juga dapat diterapkan agar dapat mengetahui alur pengeluaran dan mengidentifikasi kebocoran keuangan.
Strategi untuk mengontrol pengeluaran agar dapat tetap terkontrol yaitu dengan menggunakan daftar belanja sebelum membeli, menghindari menyimpan metode pembayaran di aplikasi, hindari menyimpan metode pembayaran di aplikasi, melakukan pembatasan terhadap waktu scrolling di platform belanja dan fokus pada kebutuhan bukan keinginan.














