kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Gelar Pelatihan Khusus, UNICEF-Dinkes Sulsel Perkuat Alarm Deteksi Dini Penyakit Menular di Jeneponto

Gelar Pelatihan Khusus, UNICEF-Dinkes Sulsel Perkuat Alarm Deteksi Dini Penyakit Menular di Jeneponto
(Foto : IST)

KabarMakassar.com —  Guna memitigasi risiko munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bersama UNICEF menggelar kegiatan peningkatan kapasitas petugas kesehatan di Kabupaten Jeneponto, Senin (27/4/2026).

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Tanggap Respon Petugas dalam Penanggulangan PD3I dan Penurunan Angka Zero Dose” ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, dr. Syusanty A. Mansyur, SKM., M.Kes, serta Plt Kabid P2, Irsan Saputra DL, S.Kep., Ns.

Dalam sambutannya, dr. Syusanty A. Mansyur menekankan pentingnya kesigapan petugas dalam merespon dinamika kesehatan di lapangan.

Beliau berharap agar para tenaga medis tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga jeli melihat potensi masalah.

“Kami berharap para peserta mampu melakukan respon cepat terhadap setiap peningkatan kasus penyakit yang berpotensi menjadi KLB, sehingga tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius. Saya juga menghimbau agar petugas dapat melakukan terobosan dan inovasi agar capaian imunisasi di Jeneponto bisa jauh lebih baik lagi,” tegas dr. Syusanty.

Health Specialist UNICEF wilayah Sulawesi-Maluku, Badwi M. Amin, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen global memperingati Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week) pada 24-30 April.

Ia menilai kapasitas petugas dalam mengidentifikasi sinyal awal PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) adalah “alarm” terpenting bagi daerah.

“Nah kalau bisa dicegah, kenapa harus dibiarkan menjadi KLB? Karena jika sudah terjadi, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar. Kepanikan kasus harus dijadikan alarm. Supaya tidak terjadi, kita perlu alarm deteksi dini agar penyakit seperti campak, polio, hingga kanker serviks bisa dicegah dengan imunisasi,” ujar Badwi.

Kasi Penyakit Menular Dinkes Sulsel, Siti Hidayah, mengungkapkan bahwa Jeneponto dipilih sebagai lokus utama atas rekomendasi provinsi karena memiliki sasaran imunisasi yang besar. Namun, Siti justru mengapresiasi keberanian petugas Jeneponto dalam melaporkan kasus.

“Banyaknya kasus PD3I yang dilaporkan di Jeneponto justru menandakan teman-teman di sini bekerja dengan baik dalam melakukan surveilans dan tidak menutup-nutupi data. Ini adalah modal kuat untuk pencegahan,” ungkap Siti.

Agenda besar lainnya dalam kegiatan ini adalah menekan angka Zero Dose Children—anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Kesenjangan akses ini akan dijembatani melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret oleh 40 peserta dari Koordinator Imunisasi (Korim) dan Petugas Surveilans Puskesmas se-Kabupaten Jeneponto.

Menanggapi kolaborasi ini, Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Jeneponto, Mappibaung, S.Kep, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh UNICEF dan Dinkes Provinsi.

“Dinas Kesehatan Jeneponto berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan sehingga upgrade ilmu dan skill para petugas di lapangan semakin meningkat demi derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tutup Mappibaung.

error: Content is protected !!