KabarMakassar.com — Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hingga awal April 2026 menunjukkan progres bervariasi, mulai dari 26 persen hingga lebih dari 40 persen.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan seluruh bangunan dapat dimanfaatkan pada awal tahun ajaran baru Juli 2026.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Malik Faisal, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai jadwal kontrak yang telah ditetapkan.
“Jadi di Sulawesi Selatan itu ada 9 pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di 9 kabupaten kota. Alhamdulillah sampai dengan 5 April kemarin itu bervariasi mulai dari progres 26 sampai dengan 41 persen,” ungkap Malik, Kamis (09/04/2026).
Ia mengungkapkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Makassar mencatat progres tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Sementara itu, beberapa wilayah lain juga menunjukkan kemajuan signifikan meski masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
“Paling besar itu adalah pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Makassar, jadi 40,45 persen, dan semuanya berjalan sesuai dengan kontrak,” jelas Malik.
Malik menjelaskan bahwa salah satu daerah dengan progres terendah berada di Kabupaten Tana Toraja. Kondisi geografis dan cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
“Ini kemungkinan karena mendistribusi material ke sana itu agak susah. Kemudian cuaca juga di Tana Toraja ini selalu hujan. Itu membuat salah satu kendala sehingga progres pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Toraja itu agak lebih rendah dibanding beberapa kabupaten,” ungkapnya.
Berdasarkan data progres per 5 April 2026, pembangunan Sekolah Rakyat tertinggi tercatat di Kota Makassar sebesar 40,45 persen, disusul Kabupaten Sinjai 39,11 persen, Takalar 38,92 persen, dan Bone 34,09 persen.
Selanjutnya, Kabupaten Sidrap mencapai 31,29 persen, Wajo 29,32 persen, Barru 28,08 persen, Tana Toraja 26,41 persen, serta Soppeng 23,76 persen.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan pembangunan seluruh Sekolah Rakyat rampung sesuai kontrak pada akhir Juni 2026. Dengan demikian, bangunan baru diharapkan sudah dapat dimanfaatkan oleh para siswa pada awal tahun ajaran baru.
“Karena kontraknya ini akan berakhir di akhir Juni, sehingga di awal Juli mulai tahun ajaran baru 2026-2027, itu seluruh siswa yang ada kurang lebih 1.750 di sekolah rakyat rintisan dan tersebar di 16 sekolah rintisan, 12 kabupaten kota itu sudah bisa menempati menggunakan bangunan baru dari sekolah rakyat yang baru dibangun ini. Jadi di 9 kabupaten kota,” pungkas Malik.














