kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Appi Tegaskan Pedestrian Bukan untuk PKL, Ancam Penertiban Jika Bandel

Appi Dorong Persatuan Lintas Agama, Sebut Makassar Kota Toleran
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan bahwa fasilitas pedestrian di Kota Makassar diperuntukkan bagi pejalan kaki dan tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL).

Menurut Appi, fungsi trotoar harus dijaga agar masyarakat dapat memanfaatkannya sebagaimana tujuan awal pembangunan fasilitas tersebut. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban ruang publik di kota.

“Pedestrian itu dibangun untuk pejalan kaki. Begitu juga saluran drainase yang berfungsi menjaga aliran air agar lingkungan tetap tertata dan tidak menimbulkan masalah,” ujarnya, Rabu (11/03).

Appi menjelaskan, penataan PKL yang dilakukan pemerintah kota bukan bertujuan menghalangi masyarakat mencari nafkah. Namun, aktivitas usaha perlu ditempatkan pada lokasi yang telah disiapkan agar tidak mengganggu fungsi fasilitas umum.

Menurutnya, pemerintah tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk berusaha, tetapi harus berada di area yang sesuai sehingga tidak mengambil hak pengguna ruang publik lainnya.

“Penataan ini bukan untuk melarang orang mencari rezeki. Pemerintah tetap memberi ruang usaha, tapi harus di tempat yang sudah ditentukan supaya tidak mengganggu kepentingan umum,” jelas Appi.

Ia menilai keteraturan ruang kota merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Upaya penataan ruang publik yang dilakukan secara bertahap diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan mencerminkan wajah kota yang baik.

Appi juga menilai kondisi kota menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi. Menurutnya, investor akan menilai kualitas tata kota sebelum memutuskan menanamkan modal.

“Tampilan kota mencerminkan bagaimana pemerintahnya. Di banyak negara maju, investor melihat kondisi kotanya dulu. Kalau terlihat semrawut tentu mereka akan mempertanyakan,” katanya.

Karena itu, Appi mengajak masyarakat untuk mendukung langkah penataan kota yang sedang dilakukan pemerintah. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, ia berharap ruang publik di Makassar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

“Kita ingin kota ini tertib dan nyaman tanpa harus menghalangi masyarakat mencari rezeki. Yang penting semua berjalan pada tempatnya dan tidak mengambil hak orang lain,” tukas Appi.

error: Content is protected !!