KabarMakassar.com — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar terus berlanjut di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan pada Rabu (21/1)
Pada hari kelima pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan kembali mencatatkan temuan baru berupa bagian tubuh korban serta sejumlah barang pribadi yang diduga milik penumpang dan awak pesawat di sekitar area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sektor badan dan ekor pesawat yang berada di medan terjal dan curam.
“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujar Muhammad Arif Anwar.
Menurutnya, bagian tubuh korban yang ditemukan langsung dievakuasi dari lokasi dan diserahkan kepada Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan. Proses ini dilakukan guna memastikan identitas korban secara ilmiah dan akurat melalui tahapan medis dan forensik.
“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan untuk mendukung proses identifikasi korban, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan,” jelas Arif Anwar.
Selain menemukan bagian tubuh korban, tim SAR gabungan juga mengamankan sejumlah barang yang diduga kuat merupakan milik korban kecelakaan pesawat. Barang-barang tersebut ditemukan di sekitar bangkai pesawat serta jalur evakuasi yang dilalui tim darat selama operasi berlangsung.
Barang temuan yang berhasil dikumpulkan antara lain laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya.
Seluruh barang tersebut telah melalui proses pendataan dan pengamanan sesuai dengan prosedur standar operasi SAR dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk kepentingan identifikasi serta administrasi lanjutan.
“Setiap barang yang ditemukan telah dicatat, diamankan, dan akan diserahkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat dikembalikan kepada keluarga korban melalui prosedur resmi,” tambahnya.
Arif Anwar menegaskan bahwa operasi SAR masih terus dilaksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan. Unsur yang terlibat terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta komunitas kemanusiaan lainnya, dengan dukungan peralatan darat dan udara yang disesuaikan dengan kondisi medan.
Ia menambahkan, tantangan utama di lapangan masih berkaitan dengan medan yang ekstrem serta perubahan cuaca yang cepat. Meski demikian, seluruh unsur tetap berkomitmen untuk menyelesaikan operasi pencarian dengan mengedepankan prinsip keselamatan, profesionalisme, dan kemanusiaan.
“Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Setiap tahapan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” pungkas Muhammad Arif Anwar.














