KabarMakassar.com — Yayasan Rumah Mama (YRM) Sulawesi Selatan terus memperkuat peran anak dan remaja dalam upaya pencegahan kekerasan dengan menggelar kegiatan penguatan kapasitas di tiga kecamatan di Kota Makassar.
Program ini menjangkau 10 kelurahan dengan melibatkan sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan kelompok anak dan remaja.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar serta mendapat dukungan dari Kedutaan Irlandia di Jakarta.
Dalam kegiatan ini, YRM menghadirkan narasumber dari DPPPA Kota Makassar, di antaranya Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak dan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak. Selain itu, Direktur Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan turut memberikan penguatan perspektif masyarakat sipil dalam pemenuhan hak anak dan kelompok rentan.
Koordinator Program YRM, Ni Nyoman Anna, menegaskan pentingnya posisi strategis anak dan remaja dalam sistem perlindungan anak berbasis komunitas.
“Peserta diharapkan mampu memahami peran mereka sebagai Forum Anak, remaja masjid dan gereja, karang taruna, maupun pengurus OSIS agar bisa menjadi pelopor dan pelapor dalam upaya perlindungan anak di lingkungannya masing-masing,” ujarnya, Minggu (21/12).
Fokus utama penguatan diarahkan pada pemahaman hak-hak anak, perlindungan anak, berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, kekerasan dalam pacaran, serta edukasi kesehatan reproduksi remaja.
Sementara itu, Direktur YRM Sulsel, Lusia Palulungan, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar bukanlah hal baru bagi pihaknya.
“Sejak beberapa tahun terakhir, YRM telah bekerja sama dengan Pemkot Makassar melalui berbagai program pemberdayaan dan penguatan kapasitas, khususnya bagi perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” kata Lusia.
Ia menambahkan, sejak aktif pada 2019, YRM secara konsisten mengembangkan program advokasi perempuan dan sosial inklusi dengan membangun kemitraan lintas pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun non-pemerintah.
Program penguatan kapasitas ini merupakan bagian dari agenda besar YRM bertajuk Membangun Sistem Perlindungan Anak Berbasis Komunitas di Daerah Pesisir dan Kumuh Perkotaan melalui Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Multi Pihak.
“Melalui pendekatan komunitas, kami ingin memastikan anak dan remaja tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga subjek yang aktif menjaga dirinya dan lingkungannya,” pungkas Lusia.














