KabarMakassar.com — Ketua DPD PKS Makassar sekaligus Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, meminta Pemerintah Kota Makassar bersikap selektif dalam menerapkan skema gaji Rp1,5 juta bagi Ketua RT/RW terpilih.
“1,5 juta ya gaji RT saat ini,” singkatnya usai membuka Rakerda PKS di Hotel Karebosi Premier, Minggu (07/12).
Menurutnya, insentif tersebut tidak boleh menjadi hak otomatis, tetapi harus diberikan berdasarkan kinerja dan tanggung jawab yang benar-benar dijalankan di lapangan.
Andi Hadi menegaskan bahwa jabatan RT/RW adalah posisi pelayanan sosial, bukan jabatan yang semata-mata dikejar karena nilai insentifnya. Karena itu, ia menolak jika gaji diberikan penuh kepada RT yang tidak menunjukkan komitmen kerja.
“Gaji RT Rp1,5 juta itu tidak langsung diberikan begitu saja. Itu harus sesuai kinerja. Kalau dia malas, kita sudah sampaikan jangan digaji 1,5. Jangan sampai orang mau jadi RT hanya karena gaji,” ujarnya.
Ia juga mengimbau pemerintah kota untuk mengevaluasi kembali pola pemberian insentif agar benar-benar mendorong kinerja, bukan memicu motivasi yang salah dalam pencalonan RT/RW.
Menurut Andi Hadi, pemberian gaji yang tidak selektif justru berpotensi menimbulkan konflik baru di masyarakat dan mendorong kontestasi yang tidak sehat. Ia menekankan pentingnya menempatkan fungsi RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, bukan sebagai sumber keuntungan pribadi.
“Ini jabatan amanah. Yang menang jangan euforia karena masih banyak tugas yang harus dijalankan. Gaji itu bukan hadiah, tetapi konsekuensi dari kerja,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah kota perlu memastikan mekanisme pengawasan berjalan optimal agar insentif benar-benar diberikan kepada RT yang menunjukkan kinerja nyata.
Andi Hadi menegaskan posisi PKS Makassar yang mendorong disiplin kinerja dan akuntabilitas dalam pelaksanaan skema insentif RT di Kota Makassar, sekaligus mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak disalahartikan sebagai jaminan pendapatan tanpa komitmen pelayanan.
“Tentu kita ingin nominal yang sudah ditetapkan benar-benar tepat sasaran untuk orang yang bekerja,” pungkasnya.













