KabarMakassar.com — Dua nelayan asal Jeneponto dan Bantaeng yang sempat dilaporkan hilang usai perahu mereka mati mesin di perairan Selayar akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Operasi pencarian yang melibatkan BPBD Jeneponto, Basarnas, TNI, dan Polri berakhir lega pada Kamis (4/12/2025) malam.
Korban adalah Wahyudir (22), warga Desa Tarowang, Jeneponto, dan Supriadi (32), warga Kelurahan Pajukukang, Bantaeng.
Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Jeneponto, Wahyudir dan Supriadi berangkat melaut dari Parannassang, Desa Tarowang, menggunakan perahu Jolloro pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 02:00 WITA.
Kecemasan muncul ketika pada pukul 17:00 WITA, kedua nelayan tersebut belum pulang. Biasanya, mereka sudah kembali ke daratan pada pukul 09:00 WITA.
“Keluarga korban melaporkan kepada BPBD Jeneponto jika Wahyudir dan Supriadi belum pulang ke rumah. Keluarga korban bersama nelayan lain segera melakukan pencarian awal di laut,” jelas laporan Pusdalops-PB BPBD Jeneponto, Sabtu malam (6/12).
Setelah laporan diterima, BPBD Jeneponto segera melakukan assessment dan berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Bantaeng dan Selayar, serta melibatkan unsur TNI, POLRI, dan masyarakat dalam upaya pencarian.
Beruntung, upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak keluarga dan nelayan membuahkan hasil. Kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat di Perairan Selayar sekitar pukul 20:00 WITA. Penyebab insiden ini adalah mesin perahu yang mati.
Korban kemudian segera dibawa kembali ke Jeneponto. Keduanya tiba di rumah Wahyudir di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, dalam keadaan baik pada pukul 22:30 WITA, menutup hari dengan kabar gembira bagi keluarga yang menanti.
Keberhasilan penyelamatan ini merupakan hasil sinergi cepat antara BPBD Kab. Jeneponto, BASARNAS Pos SAR Bantaeng dan Selayar, BPBD Kab. Bantaeng, TNI, POLRI, dan partisipasi aktif masyarakat.















