KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mempercepat penanganan genangan air setelah hujan deras mengguyur wilayah kota pada Jumat (05/12).
Sedikitnya 40 personel Satgas Drainase di dua titik rawan yang kerap terdampak saat curah hujan meningkat. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan mobilitas warga tetap aman dan saluran air dapat kembali berfungsi optimal.
Penanganan difokuskan di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Kantor Gubernur Sulsel hingga kawasan Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta di Jalan AP Pettarani depan Kampus UNM. Kedua titik ini menjadi prioritas mengingat genangan yang sering muncul saat hujan intens, dipicu penumpukan sedimentasi dan sampah pada saluran drainase.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan bahwa langkah responsif ini merupakan tindak lanjut dari laporan cepat masyarakat mengenai genangan yang muncul di sejumlah ruas jalan.
“Kami tidak menunggu lama. Begitu laporan masuk, Satgas langsung turun untuk membersihkan sedimentasi, menyisir sampah, dan mengecek kondisi fisik saluran agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.
Total 40 personel dikerahkan: 20 di kawasan Kantor Gubernur Sulsel dan 20 di Pettarani depan UNM. Zuhaelsi menegaskan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar diperlukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
“Kehadiran personel dalam jumlah besar ini bertujuan memastikan saluran dapat dipulihkan dengan cepat,” tambahnya.
Selama proses pengerjaan, Satgas menemukan adanya jaring-jaring pohon nipah yang terbawa arus dan tersangkut di dalam saluran. Material tersebut diduga memperlambat pembuangan air sehingga memperbesar peluang terjadinya genangan saat hujan deras.
“Material itu ikut menghambat aliran air dan menjadi faktor terjadinya genangan,” jelas Zuhaelsi.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Makassar dan sejumlah daerah di Sulsel akan terus diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah provinsi juga berada pada status Siaga, yang menandakan potensi meningkatnya risiko banjir dan gangguan lain.
Pemerintah Kota Makassar mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan genangan dan banjir.
“Normalisasi drainase akan terus dilaksanakan untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem,” pungkasnya.













