KabarMakassar.com — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin menyampaikan terkait perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan dan peran OJK daerah.
Moch. Muchlasin mengatakan terjadi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Q3 2025 yang tembus hingga 5,01 persen year on year (yoy).
Pertumbuhan ini ditopang oleh dua sektor utama yaitu dari sisi lapangan usaha, yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang tumbuh 5,32 persen dengan andil PDRB sebanyak 1,08, juga sektor perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 4,19 persen dengan andil 0,67.
“Sementara itu, perkembangan perbankan Provinsi Sulawesi Selatan pada posisi September 2025 turut menunjukkan pertumbuhan positif walau dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat,” ucap Moch. Muchlasin di The Alana Hotel Malang by Aston, Minggu (23/11).
Ia turut menjabarkan mengenai perkembangan pasar modal yang ada di Sulawesi Selatan.
“Tingkat inklusi masyarakat atas produk pasar modal mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan tercermin dari jumlah SID di Sulawesi Selatan yang tumbuh sebanyak 21,35 persen year on year,” terangnya.
Tak hanya itu, disampaikan pula mengenai perkembangan IKNB Sulawesi Selatan, dimana sektor PVML menunjukkan kinerja positif pada fintech peer to peer lending dan pergadaian.
“Pada sektor PPDP perusahaan dana pensiun serta penjaminan turut tumbuh positif, akan tetapi di sisi lain terjadi penurunan bagi perasuransian terutamanya pada total klaim,” tuturnya.










