KabarMakassar.com – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa federasi belum menemukan sosok pelatih yang tepat untuk menangani Timnas Indonesia U-17.
Meski sejumlah kandidat sudah menjalani sesi wawancara, ia mengungkapkan bahwa belum ada satu pun yang dinilai benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan PSSI.
“Ada beberapa nama, beberapa sudah saya interview. Saya tanya satu-satu apa yang bisa membuat Timnas U-17 lebih baik. Sejauh ini saya belum bisa menemukan yang terbaik,” kata Sumardji dalam konferensi pers yang disiarkan melalui PSSI TV, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi masih akan berlanjut dengan pendalaman terhadap beberapa kandidat tambahan. Sumardji juga akan meminta masukan dari pelatih sebelumnya, Nova Arianto, yang kini menangani Timnas U-20, untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar tepat.
“Ini tentu akan terus kami tanyakan kepada para calon pelatih, agar tidak salah menentukan,” tegasnya.
Sebelum nama final diputuskan, para kandidat pelatih akan diseleksi oleh Direktur Teknis PSSI Alexander Zwiers, Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan kemudian dibawa ke rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Sumardji menegaskan bahwa penentuan pelatih baru harus dilakukan dengan seksama, terlebih mengingat padatnya agenda yang akan dihadapi Timnas U-17 pada 2026.
“Kita tidak lama lagi akan lakukan pemilihan pelatih. Seleksi beberapa pelatih yang ada, yang memang memenuhi standar kualitas yang kita harapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkap jadwal kompetisi yang telah menanti Timnas U-17. Agenda pertama adalah turnamen ASEAN Championship yang berlangsung pada 28 Maret hingga 9 April 2026. Menyusul kemudian AFC ASEAN Cup pada 14–31 Mei 2026.
Puncak jadwal terjadi pada November 2026, ketika Timnas U-17 dijadwalkan tampil di Piala Dunia U-17 jika berhasil lolos. Jika gagal, tim akan mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-17 pada 12–20 November di tahun yang sama.
“Tahun depan mereka sudah punya jadwal ketat, termasuk tiga turnamen besar yang harus disiapkan sejak dini,” jelasnya.
Dengan ketatnya rangkaian agenda internasional tersebut, PSSI menegaskan tidak ingin asal memilih pelatih. Sumardji menekankan bahwa figur yang dipilih harus memiliki kapasitas membangun tim secara jangka panjang sekaligus mampu bersaing di level regional dan global.
Proses seleksi pun dipastikan berlangsung tanpa kompromi, agar pelatih terpilih benar-benar mampu membawa Garuda Muda tampil kompetitif di semua turnamen yang menanti.














