KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto resmi menunjuk Sudirman Sappara sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jeneponto, Jumat (8/5).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat fungsi kontrol dan akselerasi perbaikan manajemen di tubuh perusahaan plat merah tersebut.
Penunjukan Sudirman Sappara dinilai menjadi angin segar sekaligus menandai era baru transformasi PDAM Jeneponto di bawah kepemimpinan Direktur Utama, Junaedi Kr. Ngawing.
Menanggapi terpilihnya Sudirman Sappara, Junaedi Kr. Ngawing menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ia menganggap sosok Sudirman memiliki kapasitas dan integritas yang dibutuhkan untuk mengawal visi besar PDAM Jeneponto ke depan.
“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi penunjukan Bapak Sudirman Sappara sebagai Dewan Pengawas. Pengalaman dan kredibilitas beliau tentu akan menjadi energi baru bagi kami di jajaran direksi untuk terus berbenah,” ujar Junaedi, Jumat sore (8/5).
Junaedi menambahkan, kehadiran Dewan Pengawas yang definitif dan mumpuni akan menciptakan sistem check and balances yang sehat di internal perusahaan.
Lebih lanjut, pihak manajemen berharap agar ke depannya terjalin kerja sama yang solid antara direksi dan dewan pengawas. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat Jeneponto yang selama ini menjadi tantangan utama.
“Kami berharap kerja sama ini berjalan sinergis. Tugas kami adalah mengeksekusi program, sementara Dewas memberikan arahan dan pengawasan agar setiap kebijakan tetap berada pada koridor hukum dan azas manfaat bagi warga,” imbuh Junaedi.
Dengan struktur manajemen yang kini semakin lengkap, PDAM Jeneponto berkomitmen untuk melakukan audit internal secara berkala serta melakukan inovasi dalam penanganan kebocoran pipa dan optimalisasi penagihan.
Penunjukan Sudirman Sappara ini diharapkan mampu mempercepat realisasi PDAM Jeneponto sebagai perusahaan daerah yang sehat secara finansial dan prima dalam pelayanan, sekaligus menghapus stigma negatif manajemen masa lalu.














