kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Minta Waktu Tentukan Sikap Soal Putusan MKD DPR

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Minta Waktu Tentukan Sikap Soal Putusan MKD DPR
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo akhirnya angkat bicara setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menolak permohonan pengunduran dirinya.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa dirinya saat ini memilih menenangkan diri dan meminta waktu untuk menentukan langkah politik selanjutnya.

Hal itu diungkapkan Sara nama karibny di akun Instagram pribadi @rahayusaraswati, Minggu (09/11).

Sara menyampaikan bahwa keputusan untuk mundur dari DPR bukan keputusan impulsif, melainkan hasil dari pergulatan panjang setelah menghadapi tekanan, ancaman, dan disinformasi yang menyerang dirinya pasca demonstrasi di kompleks DPR RI pada Agustus 2025.

“Saya mohon waktu untuk bisa mengambil keputusan agar tidak gegabah,” tulisnya.

Sara menjelaskan bahwa sejak peristiwa demonstrasi tersebut, situasi pribadi dan keluarganya sempat terguncang. Ia bahkan mengaku harus mengevakuasi keluarganya dari Jakarta setelah menjadi target serangan massa.

“Saya harus mengevakuasi keluarga saya agar aman. Saat itu, saya sadar politik bisa sangat brutal dan kadang mengorbankan keselamatan orang-orang terdekat,” ungkapnya.

Perempuan yang dikenal vokal dalam isu perempuan dan anak ini mengaku lama vakum dari media sosial untuk melakukan refleksi dan mengembalikan ketenangan batin. Selama masa itu, ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan kembali mengerjakan aktivitas di luar dunia politik.

“Sejak pengunduran diri, saya berfokus menenangkan dan refleksi diri, quality time dengan keluarga, serta pekerjaan saya di luar politik,” ujarnya.

Sara mengungkapkan bahwa tekanan yang ia alami tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari disinformasi publik yang memutarbalikkan konteks pernyataannya. Ia menyebut reputasinya yang dibangun dari kerja keras dan integritas selama bertahun-tahun di dunia politik nyaris runtuh akibat framing yang disengaja.

“Tak mudah saat menyadari reputasi yang telah saya bangun bisa semudah itu dirusak oleh disinformasi dan orang-orang bayaran. Bahkan ada kawan-kawan yang ikut termakan oleh narasi tersebut,” tulisnya lagi.

Meski sempat mantap ingin mundur, tekanan dari dalam partai dan desakan konstituen justru membuat langkahnya terhenti. MKD DPR bersama Mahkamah Partai Gerindra menolak pengunduran dirinya dan memutuskan bahwa Rahayu Saraswati tetap menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029.

Sara mengaku sempat mempertanyakan alasan penolakan tersebut. Namun, ia kemudian diberi penjelasan bahwa terdapat 10.951 warga dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang menandatangani petisi menolak pengunduran dirinya dari kursi DPR.

“Ratusan kader memohon agar saya tidak mengundurkan diri. Mereka menaruh harapan besar di pundak saya sebagai simbol perjuangan perempuan dan anak muda di DPR,” ujarnya.

Sara juga menyinggung betapa sulitnya menolak permintaan para pendukung yang sudah mempercayakan suaranya kepada dirinya. Namun, di sisi lain, ia mengaku mulai lelah dengan dunia politik yang menurutnya penuh tipu muslihat, drama, dan kepentingan pribadi.

“Saya tidak pernah menyukai politik yang hanya penuh sandiwara untuk kekuasaan. Tapi saya sadar, keterwakilan saya masih memegang harapan banyak pihak,” katanya.

Ia bahkan menceritakan malam penuh emosi setelah memposting video pengunduran dirinya. Ratusan kader dan relawan menelpon, menangis, dan memintanya untuk tetap bertahan di DPR.

“Berat harus melihat air mata mereka yang telah menaruh harapan pada saya,” ucapnya.

Dalam refleksinya, Sara menyinggung bahwa dirinya menyadari posisi dan privilege yang ia miliki sebagai perempuan muda di parlemen. Menurutnya, jika dirinya yang punya akses dan dukungan saja menyerah karena tekanan, maka akan semakin sulit bagi generasi muda lain untuk bertahan memperjuangkan idealisme di dunia politik.

“Kalau saya, dengan segala privilege yang saya miliki, menyerah, bagaimana dengan mereka yang idealis tapi tidak punya keunggulan seperti saya?” katanya.

Sara menegaskan bahwa saat ini dirinya belum bisa memberikan kepastian apakah akan kembali aktif menjalankan tugas di DPR atau tetap melanjutkan jeda politiknya. Ia meminta publik dan partai menghormati ruang pribadinya untuk berpikir dan memutuskan langkah terbaik.

“Mohon izin dan mohon maaf jika saya belum bisa menanggapi kabar penolakan pengunduran diri saya dengan sukacita. Saya hanya ingin memastikan keputusan saya nantinya bukan karena tekanan, tapi karena keyakinan,” tutupnya.

error: Content is protected !!