KabarMakassar.com — Pelayanan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto terhenti total. Insiden ini terjadi setelah seorang oknum pejabat, yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Kantor tersebut, diduga memutus aliran listrik secara sepihak.
Aksi tersebut langsung melumpuhkan aktivitas kantor. Puluhan guru yang ingin mengurus berkas terpaksa menunda urusan mereka.
Tak hanya itu, pegawai yang sedang menyiapkan dokumen untuk pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga harus menghentikan pekerjaannya.
Situasi semakin mencekam saat oknum tersebut terlihat mondar-mandir sambil membawa sebilah kayu. Ancaman itu membuat para pegawai ketakutan dan memilih mundur.
Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal dengan ulah sang oknum. Ia juga mengungkapkan bahwa aksi serupa juga sudah sering terjadi.
“Bukan hanya kali ini, tapi sudah beberapa kali,” ujarnya, Senin (22/09).
Disisi lain, ia juga berharap pimpinan daerah segera mengambil tindakan tegas.
Dugaan sementara, aksi nekat ini dipicu oleh kekesalan sang oknum karena fasilitas AC di ruangannya tak kunjung diperbaiki oleh bagian umum.
Sementara itu, Plt. Kepala Disdikbud Jeneponto, Alamsyah, membenarkan bahwa perbuatan oknum tersebut sangat meresahkan.
“Iya, sudah sering dilakukan, bahkan beberapa kali,” kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Senin (22/09).
Ia menambahkan bahwa perbuatan tersebut sangat mengganggu pelayanan.
Alamsyah pun meminta agar pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati, untuk mengambil langkah tegas. sebab, sang oknum selama ini sudah beberapa kali dipanggil untuk diperingati namun peringatan tersebut tak kunjung didengar.
“Kami meminta pimpinan daerah selaku bupati mencopot saja atau diberhentikan dari jabatannya, karena situasi ini tidak membuat kantor steril,” tegasnya.
Akibat insiden ini, masyarakat yang membutuhkan layanan di Disdikbud harus menunda urusan mereka tanpa ada kepastian hingga kapan pelayanan akan kembali normal.














