kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Appi Sidak 4 Kantor Layanan Publik, Soroti Digitalisasi Arsip di Disdukcapil

Appi Sidak 4 Kantor Layanan Publik, Soroti Digitalisasi Arsip di Disdukcapil
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat Melakukan Sidak di Empat OPD di Kota Makassar, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke empat kantor pelayanan publik strategis, Senin (25/08).

Lokasi yang dikunjungi adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, Inspektorat Kota Makassar, dan Kantor Kecamatan Rappocini.

Sidak ini menjadi bagian dari komitmen Appi untuk memastikan layanan publik berjalan cepat, tepat, dan mudah diakses masyarakat.

“Kantor-kantor ini bersentuhan langsung dengan warga. Tidak boleh ada hambatan dalam pelayanan, semua harus cepat dan tertib,” tegasnya.

Disdukcapil: Standarisasi Waktu dan Loket Disabilitas

Di Disdukcapil, Appi berdialog langsung dengan warga yang tengah mengurus dokumen kependudukan. Ia menyoroti antrean panjang yang masih terjadi, dan meminta adanya standarisasi waktu pelayanan per orang agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Kalau hanya foto KTP, seharusnya warga datang, foto, selesai, pulang. Tidak boleh berbelit,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta disiapkan loket khusus untuk disabilitas serta desentralisasi layanan hingga ke kecamatan dan kelurahan. Dengan begitu, warga tidak menumpuk di kantor pusat.

Appi juga menemukan masih banyak arsip lama, bahkan sejak 1987, yang belum terdigitalisasi. Ia menekankan agar seluruh data segera dipindahkan ke sistem cloud. “Tidak boleh ada lagi arsip menumpuk. Semua harus digital supaya mudah diakses kapan saja,” katanya.

Kecamatan Rappocini: Prestasi Harus Dibalas dengan Pelayanan Lebih Baik

Di Kantor Kecamatan Rappocini, Appi menemukan suasana kerja yang cukup padat karena bersamaan dengan rapat koordinasi. Ia menekankan bahwa kecamatan yang dikenal berprestasi ini harus menjadi teladan dalam tata kelola pelayanan.

“Suasana kantor harus terjaga baik, target kinerja (KPI) tercapai, dan prestasi harus terus dipertahankan. Kecamatan ini tidak boleh lengah,” ucapnya.

Dinas Kesehatan: Ruang Kerja dan Aset Idle

Ketika mengunjungi Dinas Kesehatan, Appi menyoroti kondisi ruang rapat yang sempit dan tidak mampu menampung banyak peserta saat koordinasi dengan seluruh puskesmas. Ia meminta segera dilakukan penataan ulang, termasuk menghapus aset idle atau barang yang sudah tidak terpakai.

“Kalau ada aset yang tidak lagi berfungsi, jangan disimpan. Segera hapus supaya tidak mengganggu penataan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Dinkes harus lebih gesit dalam memastikan koordinasi pelayanan kesehatan, termasuk memanfaatkan ruang yang ada agar tidak terjadi penumpukan kegiatan di satu titik.

Inspektorat: Kantor Paling Tertata

Kesan berbeda ia sampaikan saat mengunjungi Inspektorat Kota Makassar. Appi menyebut kantor ini sebagai yang paling tertib dan bersih dibanding lokasi sidak lainnya.

“Begitu masuk, suasana langsung rapi dan tertata. Ini menunjukkan bahwa semangat kerja bisa tercermin dari lingkungan kantor,” ujarnya.

Meski demikian, Appi tetap mengingatkan agar Inspektorat tidak hanya fokus pada tata ruang, tetapi juga memperkuat fungsi pengawasan internal untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai aturan.

Disiplin ASN dan Percepatan Layanan

Dalam sidaknya, Appi berulang kali menegaskan pentingnya disiplin ASN dan pegawai non-ASN. Ia tidak ingin ada keterlambatan dalam pelayanan publik maupun program pembangunan kota.

“ASN dan pegawai harus bekerja cepat, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Semua program harus selesai tepat waktu, tidak boleh menunda,” tegas Appi.

Menurut Appi, pelayanan publik yang baik bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga efisiensi. Karena itu, ia mendorong pemangkasan prosedur yang masih berbelit agar masyarakat mendapat layanan lebih sederhana.

Dari hasil tinjauan di empat kantor, Appi mengakui sudah ada progres perbaikan sistem pelayanan. Namun, ia menekankan percepatan tetap harus dilakukan.

“Tadi saya lihat sudah ada kemajuan, tapi harus dikebut lagi. Kita ingin layanan yang cepat, tepat, murah, dan mudah diakses masyarakat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!