kabarbursa.com
kabarbursa.com

PKS Siapkan Strategi Inklusif di Tana Toraja, Sasar Dukungan Lintas Keyakinan

PKS Siapkan Strategi Inklusif di Tana Toraja, Sasar Dukungan Lintas Keyakinan
Gerbang Tana Toraja, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan mulai menaruh perhatian serius pada Tana Toraja sebagai salah satu daerah yang dinilai strategis namun penuh tantangan politik.

Ketua DPTD PKS Tana Toraja, Edy Yusuf, menegaskan bahwa pluralitas masyarakat di Toraja justru menjadi peluang untuk memperluas basis dukungan partai.

Menurutnya, PKS di Toraja tidak lagi menutup diri pada pola lama yang eksklusif. Struktur pengurus kini melibatkan berbagai kalangan, termasuk tokoh non-Muslim yang menempati posisi strategis di dalam kepengurusan.

“Di daerah kami memang minoritas, tetapi kami dekati semua. Bahkan ada pengurus saya dari non-Muslim, termasuk sekretaris umum yang sekarang menjabat. Jadi memang butuh strategi-strategi khusus di sana,” ujar Edy Yusuf, Senin (25/08).

Edy menambahkan, dinamika kehidupan sosial di Toraja yang kerap mempertemukan perbedaan kepercayaan bahkan dalam satu keluarga menjadi alasan mengapa PKS mengedepankan pendekatan inklusif.

“Dalam satu rumah bisa ada yang berbeda keyakinan, tapi kami rangkul semua. Targetnya tidak muluk-muluk, yang penting bisa dapat kursi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPTW PKS Sulsel, Anwar Faruq, menegaskan optimismenya bahwa Tana Toraja tetap bisa memberikan kontribusi kursi legislatif pada pemilu mendatang. Meski saat ini PKS tidak memiliki kursi di DPRD setempat, ia menyebut upaya kebangkitan sedang dirancang melalui strategi pembenahan struktur dan kaderisasi lintas kalangan.

“Kalau Tana Toraja ada empat dapilnya, berarti targetnya empat kursi. Daerah yang minim pencapaian kursi akan kita kuatkan kadernya, lalu menggaet orang-orang potensial. Di Toraja, kita sempurnakan struktur yang ada lalu kita ambil potensi, baik Islam maupun non-Muslim,” kata Anwar.

Ia menegaskan, PKS siap meluncurkan program-program baru berbasis pelayanan masyarakat untuk menarik simpati pemilih sekaligus memperbaiki capaian politik di wilayah yang selama ini belum maksimal.

“Pernah ada kursi PKS di Toraja, tapi kini kosong. Itu tantangan bagi kami untuk kembali merebut kepercayaan rakyat Toraja,” pungkasnya.

error: Content is protected !!