KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Claro Makassar, Kamis (13/11).
Kegiatan ini menjadi momentum awal konsolidasi partai setelah Pemilu 2024, sekaligus pijakan menghadapi agenda politik 2029–2031.
Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah, menegaskan bahwa Rakerda digelar untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi struktur partai di semua tingkatan. Ia mengingatkan bahwa organisasi tidak dapat berjalan tanpa komunikasi yang intens antar pengurus.
“Sejak awal saya sudah sampaikan, para Ketua DPC khususnya jangan bosan-bosan kalau saya panggil ke Makassar, karena berorganisasi itu berkoordinasi. Kalau tidak ada koordinasi, enggak ada organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, tahap pasca-Pemilu merupakan masa yang krusial untuk menyusun langkah baru. Karena itu, segala persiapan harus dilakukan sejak dini agar Demokrat Sulsel dapat tampil lebih solid dan kompetitif pada kontestasi berikutnya.
Rakerda kali ini mengusung tema penguatan institusi. Ni’matullah menjelaskan bahwa partai politik harus dipahami sebagai suatu institusi, bukan sekadar kumpulan orang.
“Institusi itu kumpulan berbagai elemen yang berjalan bersama. Yang pertama, ia punya ideologi, mission, vision, norma, dan etik. Setelah itu baru ada orang di dalam struktur. Itu yang menguatkan institusi,” tegasnya.
Ia mengkritisi pola pikir yang kerap menempatkan logistik sebagai faktor utama dalam berpolitik, padahal kekuatan institusi jauh lebih penting dalam jangka panjang.
“Sekarang ini terbalik, semua selalu menganggap logistiklah yang utama. Iya, itu penting. Tapi bukan yang utama. Karena logistik tanpa ideologi, tanpa visi, tanpa struktur yang kuat, tidak banyak gunanya,” jelasnya.
Ni’matullah juga menekankan bahwa struktur partai menjadi elemen vital yang harus terus diperkuat. Karena itu, ia menyebut kehadiran Sekjen DPP dan BPOKK dalam Rakerda sebagai langkah untuk memperkuat arah organisasi dan kaderisasi ke depan.
Selain internal partai, ia mengingatkan kembali peran dasar para legislator Demokrat sebagai wakil rakyat, bukan hanya sebagai bagian dari struktur politik.
“Kita kadang lupa bahwa status yang melekat pada diri kita adalah wakil rakyat. Sejauh mana kita bermanfaat? Sejauh mana eksistensi kita dirasakan? Itu yang sering terlupakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ni’matullah berterima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut, termasuk dukungan dari DPP Demokrat.
“Terima kasih kepada panitia yang bekerja baik, serta koordinasi dari DPP. Terima kasih Pak Sekjen atas arahan dan petunjuknya selama ini,” Pungkasnya.
![]()














