KabarMakassar.com — Mahasiswa di Makassar menggelar aksi unjuk rasa dengan mengibarkan bendera Jolly Roger one piece sebagai bentuk protes penolakan RUU KUHAP hingga penulisan sejarah ulang yang saat ini menjadi kontroversi sejumlah kalangan masyarakat.
Aksi yang digelar oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri (BEM UNM) ini berlangsunh di Jalan Urip Sumoharjo tepatnya di bawah Fly Over, pada Selasa (05/08) sekitar pukul 14.00 Wita.
“Itu bentuk kritik yang tidak dilahirkan kepada pemerintah, karena dalam anime One Piece kemudian banyak ternyata season-season yang kemudian berkorelasi dengan negara Republik Indonesia, termasuk penulis ulang sejarah Indonesia,” kata Presiden mahasiswa (Persma) BEM UNM, Syamri di lokasi.
Syamri menerangkan bahwa bendera One Piece ini adala bentuk respon masyarakat terkait kebijakan di Indonesia termasuk penulisan sejarah ulang, yang direncanakan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
“Bendera One Piece adalah bentuk respon melihat Indonesia semakin gelap, semakin cemas hari ini,” ujarnya.
Para mahasiswa juga mengkritik terkait pelarangan pengibaran bendera Jolly Roger itu, yang dianggap sebagai bentuk makar. Menurut mereka bahwa tidak ada pelarangan pengobaran bendera yang digunakan Monkey D. Luffy dalam seri manga Jepang itu, selama tidak sejajar dengan benedera merah putih.
“Kita lihat di undang-undang yang mengatur soal kebendaraan, itu tidak mengatur dan tidak ada aturan hukum yang melanggar soal pengibaran bendera, kecuali misalnya bendera itu lebih tinggi dari pada bendera Indonesia,” terangnya.
Pakaian serba hitam yang digunakan para massa aksi merupakan bentuk kritik yang menurut mereka saat ini negara semakin tidak mempunyai warna akibat kebijakan pemerintah
“Lagi-lagi, tajuk yang kemudian kita atapkan dari negara Indonesia gelap,” kau Syamri.














