Indeks
News  

Temuan 30 Kasus Pulpitis, KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD di Sidrap Cegah Karies

Temuan 30 Kasus Pulpitis, KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD di Sidrap Cegah Karies
Mahasiswa KKN-PK Unhas mengedukasi siswa SD di Sidrap untuk mencegah karies sejak dini (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kesehatan gigi bagi siswa sekolah dasar di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan bertajuk “Senyum Sehat Sejak Dini (3S)” tersebut menyasar siswa kelas 1, 2, dan 3 UPT SD Negeri 1 Timoreng Panua. Edukasi dilakukan untuk mendorong kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus memperkuat upaya pencegahan karies sejak usia sekolah.

Program yang diinisiasi mahasiswa KKN-PK Unhas, Nasywa Khalishah Suci Aminuddin, itu dilaksanakan pada 21 Juli 2026. Kegiatan menjadi salah satu upaya preventif menyikapi kondisi kesehatan gigi di wilayah Desa Bulo.

Berdasarkan data Puskesmas Rappang yang menjadi dasar pelaksanaan program, tercatat tidak ada kasus karies, namun ditemukan 30 kasus pulpitis. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tidak ditemukannya kasus karies tidak serta-merta menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi tidak terjadi. Karies yang tidak terdeteksi atau tidak tertangani dapat berkembang hingga mengenai jaringan pulpa gigi dan menimbulkan pulpitis.

Karena itu, mahasiswa KKN-PK Unhas menilai edukasi dan pembiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini penting dilakukan, khususnya kepada anak usia sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal mengenai kesehatan gigi dan mulut serta cara menyikat gigi. Materi kemudian diberikan dengan pendekatan interaktif melalui presentasi bergambar, video edukasi, permainan, diskusi, dan kuis.

Siswa diperkenalkan pada fungsi gigi, pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, proses terjadinya karies, dampaknya terhadap kesehatan dan kualitas hidup, hingga waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

Selain itu, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pemilihan sikat dan pasta gigi serta teknik menyikat gigi yang baik dan benar. Tidak hanya melalui penyampaian materi, siswa juga diajak mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi bersama dengan pendampingan mahasiswa KKN-PK. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi.

“Melalui program Senyum Sehat Sejak Dini (3S), kami berharap siswa tidak hanya mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar, tetapi juga mampu membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencegah karies gigi, menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta meningkatkan kualitas hidup anak-anak sejak dini,”ujar Nasywa Khalishah Suci Aminuddin selaku penanggung jawab program.

Selama kegiatan, siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian edukasi. Mereka terlibat dalam permainan, menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga mempraktikkan teknik menyikat gigi sesuai arahan.

Penggunaan media visual dan praktik langsung dipilih agar materi mengenai kesehatan gigi lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan siswa setelah kegiatan berakhir. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama edukasi.

Mahasiswa KKN-PK Unhas mendorong siswa membiasakan menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang tepat sebagai bagian dari perilaku hidup sehat. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran anak terhadap kesehatan gigi dan mulut, sekaligus menekan risiko penyakit gigi yang dapat berdampak terhadap aktivitas dan kualitas hidup mereka.

error: Content is protected !!
Exit mobile version