Indeks
News  

Jajan 10.000 Perkuat UMKM Lewat Ekspansi Gerai di Makassar dan Gowa

Jajan 10.000 Perkuat UMKM Lewat Ekspansi Gerai di Makassar dan Gowa
Cabang ke-6 Jajan 10.000 di Perintis (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Jaringan kuliner UMKM Jajan 10.000 kembali memperluas pasar dengan membuka dua cabang baru secara bersamaan di kawasan Perintis Kemerdekaan dan Daya Kota Makassar.

Penambahan dua gerai ini menjadikan Jajan 10.000 telah memiliki tujuh cabang dan menargetkan pembukaan 10 gerai dalam sepekan.

Ekspansi tersebut dilakukan untuk memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi mitra penjualan aneka jajanan dengan harga seragam Rp10 ribu.

Manager Marketing Jajan 10.000, Dila, mengatakan pembukaan dua cabang baru mendapat respons positif dari para pelaku UMKM dan pembeli. Antusiasme terlihat sejak dini hari ketika para mitra mulai mengirimkan stok produk ke lokasi penjualan.

“Antusias UMKM sangat besar. Karena sebelumnya titik pengantaran produk cukup jauh, sekarang dengan adanya cabang di Perintis dan Daya mereka lebih semangat. Tadi subuh-subuh sudah banyak yang datang membawa stok dalam jumlah lebih banyak untuk dua cabang baru ini,” ujar Dila, Senin (3/8).

Ia menjelaskan, pada hari pertama operasional pihaknya juga menyiapkan berbagai strategi promosi untuk menarik minat pelanggan, termasuk program pembelian tertentu yang disertai bonus produk.

Menurut Dila, hingga saat ini sekitar 200 UMKM telah bergabung sebagai mitra. Seiring bertambahnya cabang, jumlah produk yang dipasarkan juga terus meningkat karena para pelaku usaha mulai menambah variasi menu.

“Sekarang sudah sekitar 200 UMKM yang kami kurasi. Banyak yang awalnya hanya punya beberapa produk, sekarang sudah menambah varian karena permintaan juga meningkat. Ke depan kami akan terus mengajak UMKM di sekitar lokasi cabang baru agar ikut bergabung,” katanya.

Selain memperkuat jaringan di Makassar, Jajan Rp10 Ribu juga telah menyiapkan ekspansi berikutnya. Kawasan Sudiang dan Kabupaten Gowa menjadi lokasi yang masuk dalam rencana pembukaan cabang baru karena tingginya permintaan masyarakat melalui media sosial.

“Banyak permintaan agar kami buka di Sudiang, khususnya sekitar Asrama Haji karena menjadi pusat kuliner. Insyaallah dalam waktu dekat kami juga akan buka di Sudiang dan Gowa. Target kami minggu ini bisa mencapai 10 cabang,” ungkapnya.

Kehadiran Jajan 10.000 juga mendapat dukungan dari pelaku usaha lain. Sales Marketing Supervisor Saoenk Cobek, Ila Yahya, menilai konsep tersebut membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi UMKM.

Ia mengatakan saat ini Saoenk Cobek tidak banyak menyiediakan aneka makan berat tetapi juga cafe yang menyuguhkan kopi sehingga pengunjung membeli aneka jajanan UMKM dari Jajan 10.000, sehingga dapat meningkatkan lama kunjungan sekaligus penjualan produk.

“Harganya rata-rata Rp10 ribu sehingga sangat membantu UMKM. Kami juga mendukung dengan menyediakan tempat menikmati kopi. Harapannya pengunjung bisa nongkrong sambil membeli produk UMKM,” kata Ila.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penjualan di gerai. Data pelaku UMKM yang telah bergabung dengan Jajan 10.000 juga berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pesanan dalam jumlah besar, seperti snack box pada berbagai kegiatan di Saoenk Cobek.

“Kalau nanti ada kebutuhan snack box dalam jumlah banyak, kami bisa langsung menghubungi UMKM yang sudah bergabung. Jadi kolaborasi ini bukan hanya untuk penjualan harian, tetapi juga membuka peluang kerja sama jangka panjang,” pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version