Indeks
News  

Sulsel Masuk 5 Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2026, Smart School Jadi Andalan

Sulsel Masuk 5 Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2026, Smart School Jadi Andalan
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat meninjau pembelajaran smart school di Toraja (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menembus lima besar Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Capaian tersebut mengantarkan Sulsel ke Tahap II wawancara dan verifikasi sebagai bagian dari proses penentuan daerah dengan kinerja pembangunan terbaik di Indonesia.

Tahapan wawancara dan verifikasi telah digelar secara hybrid dari Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, baru-baru ini. Proses ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen perencanaan, pelaksanaan program, hingga dampak pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Dalam penilaian tersebut, Pemprov Sulsel menampilkan sejumlah program prioritas daerah, dengan Smart School menjadi salah satu inovasi utama yang dipresentasikan pada aspek pembangunan manusia. Program tersebut dinilai sebagai inovasi pembelajaran hybrid yang mendukung pemerataan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan.

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, didampingi Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, memaparkan capaian pembangunan daerah mulai dari proses perencanaan, implementasi program, hingga hasil pembangunan yang telah dicapai.

Sejumlah indikator makro menjadi dasar penilaian capaian pembangunan Sulawesi Selatan. Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 6,88 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, dengan PDRB per kapita sebesar Rp78,75 juta.

Selain itu, tingkat kemiskinan Sulsel pada September 2025 tercatat sebesar 7,43 persen atau berada di bawah rata-rata nasional. Rasio gini berada di angka 0,350 poin yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan relatif terkendali.

Indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2025 mencapai 75,92 poin, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 80,67 poin, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,45 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Smart School menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam proses penilaian Bappenas. Program yang diinisiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sejak periode kepemimpinan pertamanya tersebut mengusung konsep Satu Standar, Satu Guru, Satu Sulsel untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.

Melalui sistem pembelajaran hybrid, Smart School memungkinkan guru-guru terbaik mengajar siswa SMA di berbagai wilayah Sulawesi Selatan secara bersamaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Program yang telah berjalan sejak 2022 itu juga menjadi inovasi pembelajaran hybrid pertama yang dikembangkan pemerintah provinsi di Indonesia.

“Melalui inovasi ini, guru-guru terbaik dapat berbagi pengetahuan kepada seluruh siswa tanpa dibatasi jarak. Kami juga melihat berbagai indikator pembangunan terus menunjukkan perbaikan. Karena itu, kami berharap proses penilaian ini menjadi ruang evaluasi sekaligus kesempatan memperoleh masukan dari Kementerian PPN/Bappenas agar pembangunan Sulawesi Selatan semakin baik,” ujar Jufri.

Jufri menambahkan arah pembangunan Sulsel juga diperkuat melalui skema Multi Years Project (MYP) yang memprioritaskan pembangunan jalan, jaringan irigasi, dan rumah sakit. Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan agar anggaran pembangunan lebih fokus pada program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pelayanan publik.

Sementara itu, Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menjelaskan tim Pemprov Sulsel turut memaparkan capaian pembangunan dari aspek geografis, demografis, kesejahteraan masyarakat, hingga dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah pusat. Aspek tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, akuntabilitas, pengelolaan keuangan daerah, dan penyusunan RKPD juga menjadi bagian dari materi yang diverifikasi tim penilai.

“Smart School merupakan ekosistem pendidikan terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara menyeluruh melalui penguatan karakter, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas tenaga pendidik, sinergi multipihak, serta pengembangan sekolah unggulan,” jelas Irawan.

Ia menambahkan keunggulan Smart School tidak hanya terletak pada model pembelajaran hybrid, tetapi juga pemerataan kualitas guru, penguatan karakter peserta didik, hingga perluasan akses pendidikan ke wilayah terpencil.

Berdasarkan hasil survei kepuasan, sebanyak 43,6 persen responden menyatakan puas dan 35,8 persen sangat puas terhadap kualitas pengajar, sehingga total tingkat kepuasan mencapai 79,4 persen.

error: Content is protected !!
Exit mobile version