KabarMakassar.com — Aktivitas transportasi di Sulawesi Selatan menunjukkan kenaikan signifikan pada Oktober 2025. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merekam peningkatan mobilitas masyarakat dan pergerakan barang di berbagai moda, dengan pertumbuhan paling menonjol terjadi pada sektor transportasi udara domestik yang terpusat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik melonjak 13,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan ini didorong tingginya frekuensi penerbangan komersial serta meningkatnya mobilitas penumpang dari dan menuju Makassar sebagai hub transportasi Kawasan Timur Indonesia. Bandara Sultan Hasanuddin menjadi penyumbang terbesar pergerakan tersebut.
Meski penumpang domestik meningkat, pergerakan penumpang internasional justru menurun tipis 3,02 persen. Meski demikian, penurunan tersebut tidak memengaruhi tren umum transportasi udara yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Pada aktivitas kargo udara, dinamika serupa terlihat. Volume barang dimuat naik 13,78 persen, sementara barang dibongkar naik 11,61 persen.
Peningkatan ini mengindikasikan penguatan arus distribusi logistik, terutama untuk kebutuhan perdagangan, industri makanan, serta pergerakan barang antardaerah di kawasan timur.
Di sektor angkutan laut, mobilitas masyarakat kembali mencatat tren positif. Jumlah penumpang antardaerah melalui pelabuhan dalam negeri tumbuh 5,53 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari Pelabuhan Bajoe dan Pelabuhan Parepare, dua gerbang utama pergerakan penumpang di wilayah pesisir.
Lonjakan tersebut mencerminkan pulihnya minat perjalanan laut sekaligus meningkatnya aktivitas ekonomi pada jalur perintis maupun rute antarkabupaten.
Pergerakan barang di pelabuhan pun menunjukkan dinamika beragam. Barang dibongkar naik 10,02 persen, menandakan meningkatnya masuknya komoditas ke Sulsel, terutama sektor bahan pokok, manufaktur, dan barang konsumsi.
Sebaliknya, barang dimuat turun 4,25 persen, yang oleh analis diperkirakan akibat penurunan volume pengiriman komoditas tertentu seperti hasil pertanian maupun material konstruksi pada periode tersebut.
Secara keseluruhan, BPS menilai Oktober 2025 sebagai salah satu periode dengan peningkatan mobilitas dan distribusi barang paling tinggi sepanjang tahun.
Tren ini dipandang mencerminkan pulih dan berkembangnya aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan, seiring membaiknya konektivitas udara dan laut.














