KABARBUGIS.ID — Kepala Sekolah (Kepsek) Abdul Wahid Nara, mewakili SMAN 3 Pinrang dalam penerimaan piagam penghargaan berupa; sertifikat, buku, piala, dan baju oleh Sanggar Literasi Sulawesi – Selatan (SLSS) sebagai bentuk apresiasi.
Karya tulis antologi yang berjudul; Berlayar Satu Tujuan Menyatukan Budaya Lokal, itu menjadi persembahan dalam rangka memperingati Anniversary 1 (satu) tahun SLSS. Penerimaan piagam penghargaan itu berlangsung di ruang kantor kepala sekolah SMAN 3 Pinrang, Senin (23/05).
Karya tulis tersebut disusun oleh beberapa pegiat, terkhusus; Abdul Wahid Nara, guru SMAN 3 Pinrang Sitti Dahlia Azis, Muhammad Tahir dan Siswa SMAN 3 Aulia.
Abdul Wahid menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pegiat yang telah turut andil dalam penyusunan karya tulis yang telah tercetak menjadi buku tersebut.
"Saya ucapkan rasa terima kasih kepada bapak/ibu, sahabat serta kerabat atas kesediaannya bergabung dan berkolaborasi dalam satu buku antologi ini," ungkapnya.
"Tujuan utama kehadiran teman dalam buku ini adalah menjalin dan mempererat silaturahmi para guru, penulis, siswa dan juga masyarakat umum. Mari melangkah seiring sejalan untuk mengembangkan literasi di negara kita Indonesia," sambungnya.
Dirinya juga menambahkan ucapan selamat kepada SLSS atas hari jadinya yang ke 1 tahun.
Founder Sanggar Literasi Sulawesi – Selatan, Sitti Dahlia Azis, mengapresiasi semangat kolaborasi itu kepada para pegiat.
"Kepada sahabat semua, terutama kepada penasehat Abdul Wahid Nara, dan juga kepada mitra kita; founder WPCom Bapak Mugie Riyand, kang Muhammad Amin sebagai pendamping dan seluruh sahabat pengurus dan penulis yang tergabung di SLSS," kata Sitti Dahlia.
"Wajib disyukuri karena dengan kebersamaan kita, terlahirlah buku yang merupakan moment anniversary ke 1 tahun SLSS," sambungnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa Tujuan dari salah satu buku yang bertema; Kearifan Lokal, adalah menjaga dan mempererat silaturahmi antar warga SLSS yang berasal dari berbagai provinsi.
"Tentulah yang bergabung memiliki beragam bahasa, adat budaya, serta kemampuan berbagai genre walaupun berbeda tetapi itulah yang membuat komunitas kita indah . Laksana pelangi, indah karena beraneka warna. Kita tetap Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah komunitas kita yang berlogo Pinisi," ujarnya.













