KabarMakassar.com — SMA Bosowa School Makassar melaksanakan kegiatan field trip edukatif ke BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Maros, Senin (13/04).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 10 sebagai bagian dari penerapan experiential learning dalam mata pelajaran geografi.
Selama kunjungan, siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai alat yang digunakan oleh BMKG dalam mengukur kondisi cuaca dan iklim.
Beberapa alat yang diperkenalkan antara lain termometer untuk mengukur suhu udara, barometer untuk tekanan udara, higrometer untuk kelembapan, anemometer untuk kecepatan angin, wind vane untuk arah angin, serta ombrometer atau penakar hujan untuk mengukur curah hujan.
Tidak hanya itu, siswa juga memperoleh materi komprehensif terkait cuaca dan iklim. Materi yang disampaikan meliputi perbedaan antara cuaca dan iklim, unsur-unsur yang memengaruhinya, tahapan dalam membaca data iklim, hingga ragam informasi iklim yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada fenomena iklim global seperti ENSO, termasuk El Nino dan La Nina, serta dampaknya terhadap kondisi lingkungan.
Sebagai bentuk penguatan pemahaman, siswa turut mengikuti simulasi membaca peta iklim dan bermain kuis interaktif menggunakan platform Quizizz.
Kegiatan ini menjadi refleksi sekaligus evaluasi menyenangkan atas materi yang telah dipelajari.
Guru geografi SMA Bosowa School Makassar, Reynaldi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
“Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat secara nyata bagaimana data cuaca dan iklim dikumpulkan dan dianalisis” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap fenomena alam sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya informasi cuaca dan iklim dalam kehidupan sehari-hari.














