kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Semarak Hari Jadi Jeneponto, Guru SDN 8 Binamu Kompak Kenakan Busana Bugis-Makassar

Semarak Hari Jadi Jeneponto, Guru SDN 8 Binamu Kompak Kenakan Busana Bugis-Makassar
Kepala Sekolah UPT SDN 8 Binamu, Ernawati. DL, S.Pd, M.Pd bersama Guru dan staff saat melakukan swafoto dengan balutan baju adat khas Bugis Makassar dalam Peringatan Hari Jadi Jeneponto ke-163. (Dok: Ullah)

KabarMakassar.com — Pemandangan tak biasa terlihat di UPT SD Negeri 8 Binamu, Kabupaten Jeneponto. Para guru dan staf kompak menanggalkan seragam dinas dan berganti mengenakan busana adat khas Bugis-Makassar yang megah, Kamis (30/4).

Aksi “catwalk” budaya ini dilakukan untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-163. Meski puncak perayaan jatuh pada 1 Mei, namun semangat para tenaga pendidik di sekolah ini sudah meluap sehari lebih awal dengan mengusung tema “A’bulo Sibatang, Ikhlas dan Bahagia”.

Pantauan di lokasi, para guru perempuan tampil anggun menawan dalam balutan Baju Bodo lengkap dengan pernak-pernik berkilau.

Sementara itu, para guru pria tampak gagah berwibawa mengenakan Jas Tutu’ yang dipadukan dengan Songkok Guru (Songkok Recca).

Kepala Sekolah UPT SDN 8 Binamu, Ernawati. DL, S.Pd., M.Pd, menyebut langkah ini adalah upaya menghidupkan kembali warisan leluhur di mata generasi pelanjut.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak harus selalu bersumber dari buku teks di dalam kelas.

“Penggunaan pakaian adat ini bukan sekadar simbolis, melainkan cara kami mengedukasi generasi muda bahwa kita memiliki identitas budaya yang sangat besar dan harus dijaga bersama,” kata Ernawati di sela-sela kegiatan.

Bagi Ernawati, momentum usia 163 tahun ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan semangat kemajuan daerah berjuluk Butta Turatea tersebut.

Ia pun menitipkan pesan emosional untuk kemajuan Kabupaten Jeneponto ke depan.

“Selamat Hari Jadi Kabupaten Jeneponto yang ke-163. Mari kita jadikan momentum ini untuk terus bersinergi membangun daerah dengan semangat kearifan lokal. Semoga Jeneponto semakin maju, berdaya saing, dan tetap harmonis dalam bingkai budaya yang kita cintai. Mari kita wujudkan Jeneponto Bahagia,” tegasnya.

Kehadiran para guru dengan busana adat ini pun mendapat jempol dari para orang tua siswa. Mereka menilai, inovasi sekolah ini memberikan motivasi baru bagi siswa untuk lebih mencintai sejarah dan tanah kelahirannya di tengah gempuran modernisasi.

Melalui semangat ‘A’bulo Sibatang’ atau hidup bersatu layaknya seikat bambu, perayaan ini diharapkan menjadi pelecut bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan.

error: Content is protected !!