KabarMakassar.com — Upaya menanamkan kebiasaan menghargai rupiah sejak dini mulai digagas di Sulawesi Selatan. Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota di Sulsel tengah merancang agar gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah masuk ke lingkungan sekolah, tidak hanya melalui pelajaran, tetapi juga lewat kegiatan ekstrakurikuler.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menyebutkan pentingnya edukasi ini agar anak-anak terbiasa memperlakukan uang dengan benar.
Dia mencontohkan, kebiasaan meremas, melipat, mencoret, membasahi, hingga menstapler uang kerap dianggap sepele, padahal berdampak pada kualitas fisik rupiah.
“Di tingkat SMA nanti mungkin akan kita sisipkan paham CBP Rupiah ini dalam pelajaran ekonomi. Sementara untuk SD dan SMP, bisa dibuat ekskul khusus, tapi ini akan kita rancang lebih dalam,” kata Iqbal.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menekankan bahwa edukasi sejak dini terbukti efektif di berbagai negara.
Masyarakat di sana mampu menjaga uang tetap layak pakai karena sudah terbiasa memperlakukannya dengan baik.
“Giat ini bertujuan agar masyarakat lebih mencintai rupiah, merawat dan menghargainya. Dengan begitu, uang kita bisa lebih awet, biaya pencetakan bisa ditekan, dan pasokan tidak mudah terganggu jika ada gejolak global,” jelas Rizki.
Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem yang membuat generasi muda tidak hanya mengerti fungsi uang sebagai alat tukar, tetapi juga menanamkan rasa memiliki terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.













