KabarMakassar.com — Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan melakukan peninjauan langsung ke gudang beras dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Gowa untuk memastikan ketersediaan stok serta mutu pangan tetap terjaga, Selasa (10/02).
Peninjauan dilakukan di salah satu gudang beras di wilayah Bajeng, Gowa. Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan stok beras dalam kondisi aman dengan kualitas yang baik.
“Kita berkunjung di gudang beras, alhamdulillah stok cukup dan produksi banyak, kualitasnya juga bagus. Kita sudah lihat langsung, berasnya putih bersih,” ujar Hermawan.
Ia menjelaskan, beras yang rusak atau berwarna cokelat telah dipisahkan dan tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan untuk keperluan lain.
Saat ini, beras medium dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram dan didistribusikan sesuai sistem zonasi pedagang yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap beras dari pemerintah. Apalagi sudah ada sertifikasi, sehingga mutu dan keamanannya terjamin,” katanya.
Selain gudang beras, Satgas juga meninjau RPH Tamarunang di Kabupaten Gowa. Dalam kunjungan tersebut, Hermawan mengapresiasi sistem penanganan daging ayam yang dinilai memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Setelah dipotong langsung dibersihkan dan dimasukkan ke dalam freezer. Ini bagus karena tidak sempat terkontaminasi bahan lain,” jelasnya.
RPH Tamarunang memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 ekor ayam per hari, dengan harga jual sekitar Rp40.000 per kilogram. Sistem pengolahan tersebut dinilai mendukung penyediaan protein hewani yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin pemerintah untuk memastikan pasokan pangan di Sulawesi Selatan tetap tersedia, terjangkau, dan memenuhi standar mutu bagi konsumen.













