KabarMakassar.com -– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng kembali melakukan terobosan untuk meningkatkan literasi politik di kalangan generasi Z. Melalui program “KPU Mengajar”, jajaran komisioner KPU Bantaeng menyapa langsung siswa-siswi SMK Negeri 2 Bantaeng pada Kamis (12/2).
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan ruang diskusi interaktif untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada para pemilih pemula.
Tiga komisioner KPU Bantaeng turun langsung memberikan materi yang mendalam namun dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami remaja.
Ketua KPU Bantaeng, Muhammad Saleh yang ditunjuk sebagai narasumber dalam pertemuan itu membuka secara langsung wawasan siswa mengenai urgensi demokrasi dan sejarah pemilu di Indonesia.
Bahkan, Ia menekankan bahwa suara pemuda adalah penentu arah masa depan bangsa.
Di waktu yang sama, Ramli Kahar (Divisi Teknis Penyelenggaraan) dalam kegiatan ini membedah dapur pemilu dengan menjelaskan asas dan prinsip penyelenggaraan agar siswa memahami proses yang jujur dan adil.
Abdul Rahman (Divisi Perencanaan Data dan Informasi): Menyoroti aspek kemanusiaan dalam pemilu, yakni pentingnya inklusivitas dan aksesibilitas, memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama.
Melalui kegiatan ini, KPU Bantaeng membawa pesan kuat bahwa demokrasi tidak hanya berhenti di kotak suara. Siswa-siswi SMKN 2 Bantaeng diajak untuk mempraktikkan demokrasi dalam keseharian, seperti: Saling menghormati perbedaan pilihan, Menolak diskriminasi dalam kehidupan politik, menjadi pemilih cerdas yang kebal terhadap hoaks.
“Demokrasi adalah tentang menghargai keberagaman. Kami ingin adik-adik di SMKN 2 Bantaeng sadar bahwa sikap toleransi adalah fondasi utama politik kita,” ujar salah satu pemateri di sela-sela diskusi.
Suasana di lokasi tampak hidup dan interaktif. Tidak sedikit siswa yang melontarkan pertanyaan kritis terkait proses pemilu, yang dijawab langsung oleh para komisioner dengan lugas. Program “KPU Mengajar” ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Bantaeng yang tidak hanya melek politik, tetapi juga partisipatif dan beretika.













