KabarMakassar.com – Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengambil langkah monumental dalam mendorong sektor pertanian dan perkebunan. Melalui Dinas Pertanian, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit kopi.
Acara peluncuran dan penyerahan bantuan yang berlangsung di Sentra IKM Lamalaka pada Rabu (3/12) ini juga sekaligus menandai peluncuran program Desa Kopi Bantaeng.
Dalam sambutannya, Bupati Fathul Nurdin menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini adalah bagian dari program peremajaan kopi berskala besar yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
“Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama Kementerian Pertanian saat ini tengah melaksanakan program peremajaan kopi seluas 600 hektare dengan total 600.000 pohon kopi Arabika varietas Sigararutang. Ini adalah varietas unggul yang bernilai ekonomi tinggi dan sangat cocok dengan agroklimat Bantaeng,” ujarnya.
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan petani memperoleh bibit yang berkualitas dan berdaya hasil tinggi, yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Selain bibit kopi, alsintan berupa traktor roda dua juga disalurkan. Bantuan ini bertujuan untuk membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan dan menekan biaya produksi.
“Bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi dorongan agar produktivitas dan efisiensi pertanian kita semakin meningkat. Kegiatan ini juga memperkuat Program Desa Kopi, yang dikembangkan sebagai pusat produksi, edukasi, dan pemberdayaan petani kopi di Bantaeng,” jelasnya
Dalam agenda penyerahan simbolis, Bupati menyerahkan 6.000 bibit kopi dan alsintan traktor roda dua kepada 10 kelompok tani penerima manfaat.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh jajaran BBP2TP Surabaya serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Abd. Rahman Tompo, yang telah mengalokasikan aspirasinya bagi petani Bantaeng.
Dukungan terhadap program kopi Bantaeng ini juga disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian, Mahyudin, dan perwakilan Persatuan Penangkar Benih Perkebunan Indonesia, H. Syamsul Alam.
Acara ini menegaskan komitmen Pemkab Bantaeng untuk menjadikan komoditas kopi Arabika sebagai salah satu sektor unggulan yang mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani di daerah.















