KabarMakassar.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Maros melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Stunting.
Dilaksanakan pada Rabu (03/12), rapat tersebut difokuskan pada penguatan strategi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Kepala DP3AP2KB Maros, Andi Riswan Akbar, menyampaikan, bahwa percepatan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dan konsistensi seluruh pemangku kepentingan.
Dia menekankan pentingnya intervensi gizi spesifik dan sensitif yang dijalankan secara terpadu dari tingkat keluarga hingga masyarakat.
“Penanganan stunting itu membutuhkan kerja bersama. Edukasi keluarga, layanan kesehatan yang optimal, juga pendampingan berkelanjutan harus terus diperkuat,” ucapnya.
Rakor tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader pembangunan manusia, hingga perwakilan organisasi masyarakat.
Para peserta menyampaikan data, tantangan, juga rekomendasi sebagai bahan evaluasi capaian 2025 sekaligus dasar penyusunan langkah strategis ke depan.
Selain evaluasi, rapat turut membahas rencana aksi percepatan penanganan stunting, mencakup peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penguatan pendampingan keluarga berisiko stunting, serta optimalisasi program pemberdayaan perempuan untuk memperkuat ketahanan keluarga.
Andi Riswan Akbar mengajak seluruh pihak agar menjaga komitmen bersama agar target penurunan stunting di Kabupaten Maros mampu dicapai secara terukur dan berkelanjutan.













