KabarMakassar.com — Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar acara Halal bi Halal yang berlangsung di Lantai 1 Graha Pena, Makassar pada Rabu (30/04) malam.
Ratusan Wija To Luwu (WTL) yang bermukim di Makassar memadati acara Halal bi Halal yang juga dirangkaikan dengan diskusi tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan rencana pemekaran Provinsi Tana Luwu.
Ketua BPW KKLR Sulsel, Hasbi Syamsu Ali mengatakan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan sesama Wija To Luwu.
“KKLR ini adalah rumah bersama bagi seluruh Wija To Luwu,” ungkapnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa KKLR siap mengawal dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar demi kemajuan kota. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga sumber daya alam (SDA) di Wilayah Luwu Raya.
“SDM dari Luwu Raya sangat beragam dari guru besar, birokrat hingga profesional,” sebutnya
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengungkapkan kedekatannya dengan komunitas Luwu Raya yang menurutnya merupakan rumpun masyarakat terbesar di Sulawesi Selatan.
“Pertemuan kita hari ini bukan yang pertama. Dalam suasana politik pun kita pernah bertatap muka,” sebutnya.
Ia mengapresiasi kontribusi besar warga Luwu Raya dalam Pilkada Makassar 2024 yang mengantarkan pasangan Munafri-Aliyah (MULIA) meraih kemenangan. Appi menilai KKLR memiliki potensi strategis karena jumlah anggotanya yang signifikan.
“Kami tahu banyak orang hebat berasal dari Luwu Raya. Kalau ada pejabat yang cerdas, biasanya orang Luwu,” sambungnya
Munafri juga menegaskan perlunya kolaborasi dalam menyukseskan agenda pembangunan Kota Makassar. Ia membuka ruang dialog dan partisipasi aktif dari warga KKLR dalam perencanaan dan pengawasan kebijakan pemerintah.
“Kami tidak bisa membangun kota ini sendiri. Harus melibatkan semua komponen, termasuk KKLR,” pungkasnya
Terakhir, rangkaian acara hikmah Halalbihalal disampaikan oleh Prof. Darussalam Syamsuddin, Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang juga merupakan Wija To Luwu.














