KabarMakassar.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan kembali berhasil mengidentifikasi satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Korban yang teridentifikasi merupakan awak pesawat, seorang pramugari bernama Esther Aprilita.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol dr Muhammad Haris, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan setelah tim DVI menerima satu kantong jenazah dari Basarnas pada Kamis malam.
“Pada tanggal 22 Januari 2026 pukul 23.42 WITA, tim DVI gabungan menerima satu kantong jenazah dan langsung melaksanakan proses identifikasi,” ujar dr Muhammad Haris.
Ia menyebutkan, proses identifikasi melibatkan Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel yang didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri, Tim Identifikasi Polda Sulsel, Tim Pusident Mabes Polri, serta tenaga forensik dan medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan akurasi data.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kantong jenazah dengan nomor post mortem 62B.04 berhasil diidentifikasi melalui sejumlah metode ilmiah.
Metode tersebut meliputi pemeriksaan sidik jari, data odontologi atau gigi, properti yang melekat pada jenazah, serta ciri-ciri medis lainnya yang kemudian dicocokkan dengan data antemortem.
“Korban teridentifikasi atas nama Esther Aprilita B Sianipar, usia 26 tahun, jenis kelamin perempuan,” jelas dr Muhammad Haris.
Dengan teridentifikasinya Esther Aprilita, jumlah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI gabungan hingga saat ini bertambah menjadi tiga orang.
Proses identifikasi terhadap korban lainnya masih terus berlangsung seiring dengan bertambahnya jumlah temuan yang dievakuasi dari lokasi kecelakaan.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 yang melayani penerbangan domestik dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) saat melintas di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam perkembangannya, seluruh korban telah berhasil ditemukan di sekitar badan pesawat dan area ekor yang tersangkut di pepohonan. Hingga saat ini pihak berwenang terus melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.














