KabarMakassar.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengerahkan bantuan besar-besaran untuk korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.
Selain mengirim 1.500 kantong darah untuk mendukung kebutuhan medis korban, PMI juga memberangkatkan lebih dari 100 ton logistik kemanusiaan melalui jalur laut.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Asmawi Syam, menjelaskan bahwa pengiriman darah dilakukan lebih dulu sejak Sabtu (29/11).
Distribusi diprioritaskan menggunakan pesawat Hercules agar dapat segera digunakan di fasilitas kesehatan yang menangani korban luka maupun evakuasi darurat.
“Kantong-kantong darah kita kirim melalui udara. Sebanyak 1.500 kantong darah sudah kita terbangkan karena harus tiba secepat mungkin,” kata Asmawi, dilansir dari laman resmi PMI, Sabtu (06/12).
Sementara itu, bantuan logistik diberangkatkan menggunakan Kapal Kemanusiaan PMI–Kalla Lines dari Terminal IKT Domestik, Pelabuhan Tanjung Priok. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar seperti air bersih, pakaian, perlengkapan keluarga, alat masak, serta bahan makanan.
PMI memastikan bantuan yang bergerak ke wilayah terdampak mencapai lebih dari 100 ton, terdiri atas ribuan item kebutuhan mendesak. Di antaranya, 10.000 kompor beserta 10.000 regulator, 50.000 sarung, 10.000 bungkus mi instan, 10.000 karung beras (5 kg), 17.500 pakaian baru dan Perlengkapan kebersihan dan logistik keluarga lainnya.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi lembaga, perusahaan, dan masyarakat yang berpartisipasi dalam penggalangan solidaritas nasional.
Pengiriman logistik turut disaksikan langsung oleh Asmawi Syam bersama perwakilan donatur. Ia menegaskan bahwa tingginya dukungan publik menunjukkan kuatnya semangat kemanusiaan di Indonesia.
“Hari ini kita menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan masih sangat kuat. Bantuan lebih dari 100 ton ini adalah wujud kepedulian berbagai pihak untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh,” ujar Asmawi.
Selain logistik, PMI juga mengerahkan truk tangki air serta Relawan Tim Air dan Sanitasi. Tim ini akan bertugas di lapangan untuk memastikan pasokan air bersih tersedia bagi warga yang kini mengungsi atau kehilangan akses terhadap layanan dasar.
PMI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui lembaga tersebut.
“Dukungan ini, sangat penting untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak dan membantu masyarakat bangkit dari situasi darurat,” pungkasnya.













