KabarMakassar.com — Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan menyambut baik rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian yang memberikan izin seluruh pemerintah daerah dan provinsi untuk menggelar kegiatan di hotel kembali setelah adanya kebijakan efisiensi.
“Ini menjadi sebuah kabar sangat dinantikan oleh seluruh industri, hotel dan restoran. Secara khusus PHRI Sulsel menyambut baik,” kata Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga kepada wartawan, Rabu (11/06).
Menurut Anggiat setelah adanya izin dari Mendagri terkait pemda dan provinsi bisa menggelar kegiatan di hotel serta di restoran akan membawa perputaran ekonomi yang lebih baik.
“Hilal kebangkitan semakin terlihat untuk bisa ekonomi dan okupansi bergerak lebih lebih baik,” ungkapnya.
Anggiat menerangkan bahwa dampak efisiensi tingkat hunian hotel dan restoran yang ada di Sulawesi Selatan hanya mencapai sekitar 28 persen, sehingga memaksa pengelola hotel untuk bisa mengatur dan mengendalikan biaya operasional.
“Memaksa manajemen untuk bisa mengendalikan biaya, kondisi biaya yang sangat signifikan untuk mengoperasikan hotel adalah karyawan. Sehingga banyak hotel-hotel yang merumahkan atau tidak memperpanjang kontrak pegawainya hingga menimbulkan persoalan baru,” jelasnya.
Anggiat menyebutkan bahwa sekitar 40 hingga 50 persen segmentasi keterisian hotel di Sulsel adalah kegiatan dari pemerintah.
“Jadi ketika 40 sampai 45 persen (kegiatan pemerintah) terhenti, maka kita betul-betul merasakan sesuatu yang sangat sangat sedih,” tuturnya.
Sehingga dengan adanya izin dari Mendagri untuk seluruh pemerintah daerah dan provinsi berkegiatan di hotel kembali, kata Anggiat akan membawa dampak yang cukup signifikan bagi keberlangsungan operasional hotel di Sulsel.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk bisa bergerak. Dikabarkan akan berjalan pada bulan depan,” pungkasnya.














