KabarMakassar.com — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar meresmikan pembangunan pertama Gerbang Moderasi Indonesia dengan melakukan peletakan batu pertama di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AC Telkom, Kelurahan Barua, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (9/7).
Pembangunan gerbang tersebut menjadi simbol penguatan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama yang dimulai langsung dari lingkungan organisasi masyarakat.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dan melakukan peletakan batu pertama, di antaranya Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad, CEO Founder Kabar Grup Upi Asmaradhana, serta Ketua Umum Komunitas Pro Moderasi Indonesia (Kompresi) Ronny Kusuma dari Jawa Barat. Hadir pula Ketua RT BTP Blok AC Telkom yang sekaligus menjabat Ketua DPD Kompresi Sulsel, jajaran Muspida Kota Makassar, serta tokoh agama, adat, dan masyarakat setempat.
Menag RI, Nasaruddin Umar menekankan bahwa pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia bukan sekadar menghadirkan monumen fisik, melainkan simbol yang menghidupkan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan lokasi di tengah organisasi dinilai sangat strategis agar masyarakat berinteraksi langsung dengan nilai-nilai tersebut setiap hari.
“Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah organisasi, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita,” tegas Menag.
Ia berharap monumen pertama di Makassar ini mampu menjadi kekuatan simbolik dan ikonik yang menginspirasi daerah lain di Indonesia.
“Saya berharap monumen ini nanti menjadi simbol kekuatan di Kota Makassar. Kita akan menyaksikannya di setiap kabupaten nanti ada monumen-monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu bangsa,” harapnya
Inisiatif ini tidak lepas dari peran Komunitas Pro Moderasi Indonesia (Kompresi). Momentum hari ini disebut sebagai langkah kecil bagi peradaban Indonesia untuk menjadi pusat peradaban dunia. Gerakan ini lahir dari inspirasi atas diskusi bersama Prof. Nasaruddin Umar pada 2 Agustus 2024 lalu saat ia masih menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal mengenai gagasan menjadikan Indonesia sebagai Pusat Peradaban Islam baru di dunia.
Pembangunan di BTP Blok AC Telkom ini menjadi program perdana Kompresi yang nantinya akan dilanjutkan ke seluruh nusantara. Lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat dialog antaragama, etnis, dan budaya. Selain gerbang penanda, di tempat tersebut juga akan dibangun rumah literasi moderasi, museum, serta ruang kajian.
Ruang dialog ini diharapkan dapat memperkuat literasi masyarakat dalam memerangi misinformasi, disinformasi, dan hoaks, dengan dukungan penuh dari Pemkot Makassar, kampus UIN Alauddin, Kanwil Kemenag, serta para pegiat literasi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi, menyampaikan penghargaan mendalam atas dipilihnya Kota Makassar sebagai lokasi pertama di Indonesia untuk pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia.
Ia menuturkan bahwa kehadiran gerbang ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat nilai keberagaman.
Di hadapan Menag RI, Appi mengungkapkan bahwa indeks toleransi Kota Makassar menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dari yang sebelumnya sempat berada di peringkat ke-49, kini Makassar berhasil menembus sembilan besar kota paling toleran di Indonesia.
“Alhamdulillah, kini Kota Makassar berada di peringkat sembilan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang terus membangun komunikasi dan pendekatan di tengah masyarakat,” ujar Appi.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut menjadi modal penting mengingat posisi strategis Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur dengan tingkat mobilitas ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat tinggi. Kawasan BTP sendiri merupakan contoh nyata kehidupan masyarakat multietnis dan multikeyakinan yang hidup berdampingan secara harmonis.
“Khususnya di daerah BTP ini, kami laporkan Pak Menteri, bahwa di sini organisasi yang sangat multi-etnis. Di sini ada gerejanya, ada masjidnya, ada puranya,” urai Appi.
Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Pemkot Makassar berencana menginisiasi pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia di sejumlah titik lainnya hingga ke lingkungan RT dan RW. Selain itu, Appi memastikan Dinas PU telah turun melakukan pengawasan untuk membenahi akses jalan menuju lokasi demi memastikan infrastruktur penunjang tampil prima.
