KabarMakassar.com – Realisasi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Haji Makassar sepanjang Tahun Anggaran 2025 mencapai 87,48 persen dari target yang ditetapkan.
Meski capaian pendapatan dinilai cukup tinggi, serapan anggaran rumah sakit masih menjadi perhatian dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 bersama DPRD Sulawesi Selatan.
Direktur UPT RSUD Haji Makassar, dr. Rachmawati Syahrir, menjelaskan target pendapatan BLUD sebesar Rp53,72 miliar berhasil direalisasikan sebesar Rp46,99 miliar atau 87,48 persen. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan operasional yang terealisasi 87,16 persen dan pendapatan nonoperasional yang melampaui target hingga 121 persen.
“Realisasi pendapatan BLUD mencapai 87,48 persen. Pendapatan operasional terealisasi 87,16 persen, sedangkan pendapatan nonoperasional mencapai 121 persen dari target,” ujar Rachmawati.
Ia juga mengungkapkan realisasi belanja yang bersumber dari BLUD, DAK, DAU, SG, DBH, CHT, DIB, dan CAD APBD mencapai 88,72 persen secara keuangan, sementara realisasi fisik menyentuh 94,89 persen dari total anggaran Rp76,76 miliar.
Belanja barang dan jasa menjadi komponen dengan capaian tertinggi, yakni realisasi keuangan 93,37 persen dan fisik 98,77 persen. Sementara itu, belanja modal masih lebih rendah dengan realisasi keuangan 78,24 persen dan fisik 86,14 persen.
Menurut Rachmawati, belum optimalnya serapan anggaran dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pelayanan.
“Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya sumber daya dan sarana prasarana. Ke depan kami merencanakan penguatan SDM serta pemenuhan fasilitas sesuai standar kompetensi pelayanan BLUD,” katanya.
Selain itu, proses pengadaan alat kesehatan penunjang medis juga menghadapi kendala teknis. Meski demikian, realisasi keuangan untuk pengadaan tersebut telah mencapai 90,7 persen.
“Kami terus mengoptimalkan koordinasi lintas pihak agar proses pengadaan dapat berjalan lebih efektif pada tahun berikutnya,” ucapnya.
Dari sisi pelayanan, RSUD Haji Makassar mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 87,33 persen atau melampaui target 79 persen. Namun, tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) baru mencapai 51,68 persen dari target 60 persen.
Sementara itu, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 72 persen atau 62 dari 86 indikator telah memenuhi standar yang ditetapkan. Layanan di instalasi sentral, radiologi, laundry, dan pengelolaan limbah bahkan berhasil mencapai 100 persen.
“Masih terdapat 11 indikator yang belum mencapai target maksimal dan saat ini terus kami benahi agar seluruh indikator dapat terpenuhi,” jelas Rachmawati.
Ia juga memastikan rekomendasi DPRD atas pelaksanaan anggaran tahun 2024 terus ditindaklanjuti, termasuk penerapan sistem pemeliharaan preventif yang terukur serta optimalisasi teknologi informasi. Sementara rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2025 juga sedang dalam proses penyelesaian dan telah dilaporkan kepada Inspektorat.
“Kami terus menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD maupun BPK sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanan rumah sakit,” tukasnya.













