KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar memastikan langkah konkret menuju penguatan layanan inklusif setelah menerima dokumen resmi Profil Disabilitas Kota Makassar yang memuat data 5.171 penyandang disabilitas.
Dokumen tersebut diserahkan oleh Yayasan Kota Kita Surakarta untuk dijadikan dasar perumusan kebijakan baru yang lebih aksesibel bagi kelompok difabel, dalam pertemuan di BalaiKota, Kamis (11/12).
Data komprehensif yang tercatat pada 15 kecamatan dan 153 kelurahan, termasuk wilayah kepulauan, menjadi temuan penting yang disebut Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai pijakan kuat untuk mempercepat arah pembangunan inklusif.
“Setiap kegiatan dan program ke depan harus memastikan akses bagi penyandang disabilitas. Data ini sangat berharga untuk memperkuat arah kebijakan kita,” tegas Appi nama karibnya.
Pemkot Makassar menegaskan bahwa dokumen tersebut akan dijadikan pedoman resmi seluruh perangkat daerah dalam memastikan setiap layanan publik bersifat ramah disabilitas. Munafri bahkan meminta agar dokumen itu diperbanyak dan didistribusikan ke ruang-ruang tunggu serta unit layanan pemerintahan agar mudah diakses oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Buku profil ini sangat baik untuk diperbanyak dan diletakkan di ruang-ruang pelayanan. Kami terbuka untuk kolaborasi lebih jauh, terutama dalam memastikan hasil penelitian ini benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan,” tutup Appi.
Senior Fasilitator Yayasan Kota Kita Surakarta, Fuad Jamil mengatakan, penyusunan profil disabilitas merupakan bagian dari program Makassar Inclusive City Movement, hasil kolaborasi Pemkot Makassar dengan Yayasan Kota Kita Surakarta.
“Program tersebut tidak hanya memetakan kondisi difabel, tetapi juga disertai penguatan kapasitas melalui sejumlah pelatihan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan UMKM bagi warga disabilitas,”
Ia menjelaskan Makassar dipilih sebagai lokasi pendampingan karena memiliki visi yang selaras dengan prinsip pembangunan inklusif.
“Kepemimpinan Pak Munafri menunjukkan komitmen kuat memberi ruang setara bagi semua warga. Kami berharap data ini menjadi acuan OPD dalam menyusun program,” pungkasnya.














