KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar tengah mendorong pembentukan ruang konseling khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai upaya peningkatan kesejahteraan mental pegawai. Langkah ini dinilai penting guna mendorong produktivitas dan kinerja pegawai agar lebih optimal.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan bahwa selama ini belum ada fasilitas konseling khusus yang tersedia secara terstruktur bagi ASN. Penanganan masalah kepegawaian masih dilakukan secara insidentil, memanfaatkan fasilitas yang ada tanpa sistem khusus.
“Semoga ke depan Pak Wali menyetujui pembuatan ruang konseling. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Pak Sekda terkait hal ini,” ujar Kamelia, Sabtu (12/07).
Ruang konseling yang akan disiapkan nantinya akan bersifat privat dan aman bagi ASN yang ingin menyampaikan permasalahan pribadi maupun pekerjaan. Diharapkan tempat tersebut menjadi ruang yang nyaman agar pegawai tidak takut menyampaikan keluhan atau masalah yang dihadapi.
“Semua masalah yang disampaikan pegawai akan aman, karena ruangan dibuat privat. Mereka bebas menyampaikan apa yang dirasakan,” jelasnya.
Menurut Kamelia, berbagai persoalan bisa ditangani melalui fasilitas ini, mulai dari masalah internal pekerjaan, tekanan kerja, hingga persoalan rumah tangga yang berdampak pada performa kerja pegawai. Bahkan, ruang konseling ini juga bisa difungsikan sebagai tempat mediasi, termasuk dalam kasus-kasus seperti pengajuan cerai hingga dugaan perselingkuhan yang melibatkan ASN.
Untuk mendukung layanan tersebut, BKPSDMD melalui Bidang Kinerja dan Pengadaan akan menyiapkan konselor profesional. Konselor ini bertugas mendengarkan keluh kesah dan memberikan panduan psikologis yang dibutuhkan oleh ASN agar tetap fokus dalam menjalankan tugasnya.
“Kami akan menyiapkan konselor yang khusus menangani persoalan-persoalan ASN, supaya mereka merasa didampingi dan tidak dibiarkan menghadapi masalah sendiri,” tambahnya.
Kamelia menekankan bahwa kebutuhan akan ruang konseling ini merupakan bagian dari pendekatan pencegahan terhadap penurunan kinerja ASN. Ia menyebutkan bahwa dengan keseimbangan mental yang baik, pegawai akan lebih aktif dan profesional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
“Salah satu yang kita butuhkan adalah konseling. Dengan pendekatan preventif seperti ini, kita bisa mencegah masalah sejak awal. Harapannya, pegawai akan bekerja lebih baik, produktif, dan terhindar dari gangguan mental atau tekanan yang berkepanjangan,” tegasnya.
Upaya ini pun diharapkan menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang lebih humanis di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
“dengan memberi perhatian tidak hanya pada aspek kinerja administratif, tetapi juga pada kesehatan mental aparatur secara berkelanjutan” pungkasnya.













