KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai memperkenalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kepada seluruh aparatur pemerintah daerah (pemda) mulai dari OPD, ASN, hingga pemerintah kelurahan dan desa.
Pelatihan tersebut digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Maros pada Senin (17/11).
Bupati Maros, Chaidir Syam, yang turut menjadi narasumber utama, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut kerja sama pemerintah daerah dengan salah satu perusahaan teknologi untuk memperkuat transformasi digital.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi AI kini menjadi kebutuhan penting bagi ASN, terutama bagi pejabat yang menangani perencanaan dan penyusunan program.
“Pemanfaatan teknologi AI saat ini sangat penting. Ini akan memudahkan kerja-kerja ASN, terutama di sektor pendidikan,” ujar Chaidir.
Ia menyebut, hampir seluruh guru di Kabupaten Maros telah lebih dulu mengikuti pelatihan serupa. Chaidir menegaskan bahwa teknologi tersebut bukan untuk menggantikan peran guru maupun ASN, melainkan sebagai alat bantu untuk mempercepat akses informasi dan validasi data.
“AI hanya alat bantu. Ketika ada hal yang harus diselesaikan secara cepat, ASN bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mencari informasi yang valid. Jangan sampai siswa lebih lincah pakai AI dibanding gurunya,” tambahnya.
Chaidir menilai pemanfaatan AI memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas layanan publik. Sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan administrasi kependudukan menjadi bidang yang dinilai paling membutuhkan percepatan digital.
“Kebutuhan utama AI ini ada di layanan publik pendidikan, kesehatan, pariwisata, termasuk dukcapil. Pemanfaatannya bisa mempercepat layanan, terutama dalam hal informasi dan pengolahan data,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Maros fokus membangun pemahaman dasar aparatur mengenai manfaat dan cara kerja AI. Transformasi digital, kata Chaidir, harus dimulai dari perubahan pola pikir ASN.
“Kita punya rencana jangka panjang. Tapi tahap pertama adalah mengubah mindset ASN. Jangan sampai ASN, bahkan kepala OPD, tidak tahu apa itu AI dan bagaimana menggunakannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga berencana memperkuat infrastruktur digital, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses teknologi.













